Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Ekor Elektromagnetik Planet X Membombardir Bumi Per Mei 2015

 on Senin, 05 Oktober 2015  


Ekor Planet X (aka Nibiru), yang bermuatan elektromagnetik itu, semakin mengarah ke, dan dengan demikian membombardir, Bumi. Bombardir itu berupa, antara lain, meteor-meteor, fireball-fireball, dan debu merah. Debu merah ini juga muncul sebagai badai debu yang menyerang Belarus, China, London, dan Australia belum lama ini.
Experts Baffled by Spate of 'Haboobs' which have brought Travel Chaos and turned Day into Night in Cities Thousands of Miles from Deserts, April 17, 2015 http://www.dailymail.co.uk/news/article-3043849/Mystery-surrounds-spate-huge-dust-storms
Berikut laporan ZetaTalk tentang status bombardir semacam itu per Mei 2015.

Terjemahan bebas Tail Bombardment, The ZetaTalk Newsletter Issue 449, Sunday May 10, 2015
Ekor Planet X, aka Nibiru,  yang bermuatan itu semakin mengarah ke Bumi sejak 2003, ketika complex (tubuh keseluruhan Planet X) tiba di tata surya dalam ini.
Hal ini menghasilkan debu merah di atmosfer dan debris yang meningkat dalam bentuk meteor-meteor dan fireball-fireball, sebagaimana ditunjukkan dalam Pole Shift ning blog ini.
Dari India hingga Perancis hingga AS, serangan fireball dan meteor yang memekik melintasi langit itu terjadi secara tetap dari bulan ke bulan, meledak di langit lalu terhempas ke tanah.


[Serangan Meteor dan Fireball, Dari Ekor Nibiru] 
Events in 2015, April 11, 2015 http://www.amsmeteors.org/members/imo_view/event/2015/899 IMO received 21 reports about a fireball seen over AR, TN, MS, AL and IL on Saturday, April 11th 2015 around 06:13 UT.
Event into Space in France, March 16, 2015 http://hisz.rsoe.hu/alertmap/site/index.php?pageid=event_desc A huge meteorite lit up the night in eastern France on Sunday as well as other parts of Europe. It was captured on amateur video footage. The meteorite which was seen in the skies above the regions of Alsace and Lorraine near the German border was also visible from parts of Switzerland and Austria. The ball of fire passed over Europe at around 9pm on Sunday night and was largely visible to the naked eye. Witnesses told Swiss newspaper Le Matin that they saw a "flash, like a lightning bolt" and others reported hearing a dull thunder accompanying the meteorite as it passed through the sky.
Fireballs in Kerala a Meteor Shower? February 27, 2015 http://www.ibtimes.co.in/breaking-fireballs-appear-different-parts-kerala-photos The fireball appeared with a noise in many parts of Kerala. Some even reported that people felt minor earthquake. An impact crater has been spotted at Karimalloor village in Ernakulam district, which is believed to be caused by the fireball.
Alasan standar pihak penguasa atas peningkatan kejadian fireball adalah bahwa hal itu disebabkan oleh sampah antariksa yang kembali ke Bumi, meskipun adanya fakta timing dan volumenya yang tidak cocok.
Dalam kasus lubang-lubang akibat meteor di Siberia, hal ini diklaim sebagai gas methana yang meledak yang disebabkan oleh Pemanasan Global. 
Huge New Holes In Siberia Have Scientists Calling For Urgent Investigation Of The Mysterious Craters, February 23, 2015 http://www.huffingtonpost.com/2015/02/23/holes-siberia-investigation-safety With the help of satellite imagery, researchers have located four additional craters--and they believe there may be dozens more in the region. That has them calling for an urgent investigation to protect residents living in the area.
Fireball Seen Over Western US Likely Chinese Rocket Debris, February 23, 2015 http://www.msn.com/en-us/news/us/fireball-seen-over-western-us-likely-chinese-rocket At least 198 reports of the fireball were submitted to the American Meteor Society from states such as Washington, Montana, Idaho, Nevada and Utah. Several videos were also uploaded to YouTube, many of which identified the streak as a fireball and meteor. But NASA officials identified the object as a rocket body used to launch the Yaogan Weixing-26, a Chinese satellite launched in December 2014, according to KSL. 
Brilliant Fireball Wows Skywatchers, Rattles Windows in Florida, February 24, 2015 http://www.huffingtonpost.com/2015/02/24/meteor-florida-boom Over 230 people, from West Palm Beach to Augusta, Ga., reported spotting the fireball--and nearly 50 of those people reported hearing a loud "window rattling" boom after seeing it, according to the American Meteor Society.
Para alien Zeta telah membahas cover up konstan ini di akhir Februari 2015.

ZetaTalk Comment 2/28/2015: "Menjelaskan salju oranye di Siberia atau di Texas sebagai debu yang tertiup dari gurun Sahara telah menjadi alasan yang disukai oleh NASA selama ini. Tetapi alasan itu diolok-olok. 
NASA terjebak di tengah-tengah pembahasan-pembahasan tentang itu, karena sudah berdekade-dekade mereka menyangkal bahwa Nibiru itu ada dan sebagian orang di NASA, sejujurnya, mengkhawatirkan kalau pengumumam itu tidak akan pernah diperkenankan terjadi (oleh pihak penguasa tertentu--pen.). 
Lalu ada masalah upaya mempertahankan penyangkalan mengenai dampak (dari Nibiru--pen.), bahkan setelah pengumuman itu terjadi nanti. 
Argumentasi itu akan beralih dari apakah Nibiru itu ada ke seberapa mengerikan passage (lewatnya Nibiru di jarak terdekat dengan Bumi-pen.) itu nantinya. 
Jadi sewaktu Siberia diserang meteor-meteor yang menciptakan ledakan-ledakan berasap dan fireball-fireball lagi-lagi memekik melintasi langit di AS, mereka sedang menggunakan animasi-animasi penuh gaya untuk memperkokoh alasan-alasan mereka. 
Itu lagi-lagi debu dari Sahara (kata mereka--pen.)."
[Serangan Badai Debu Merah, Dari Ekor Nibiru]

Kini ada lebih banyak lagi bukti atas bombardir ekor tersebut dalam bentuk peningkatan badai debu di seluruh dunia.
Banyak dari badai ini memiliki kemilau merah, akibat debu merah yang tertiup kesana-kemari.
Menurut para alien Zeta, ini sudah pastinya akibat bombardir ekor itu, meskipun ada alasan pihak penguasa bahwa seluruh debu merah itu entah bagaimana berasal dari Sahara.
 
Experts Baffled by Spate of 'Haboobs' which have brought Travel Chaos and turned Day into Night in Cities Thousands of Miles from Deserts, April 17, 2015 http://www.dailymail.co.uk/news/article-3043849/Mystery-surrounds-spate-huge-dust-storms Experts cannot pinpoint the reason behind the spate. The footage of the dust storm in Belarus, filmed from a high rise apartment, shows traffic moving along a busy street. The storm was caused by a cold front moving in from the Ukrainian-Belorusian border. A raging sand storm sweeps in on the city of Golmud in north west China, where 200,000 people live. China's Meteorlogical Centre issued a blue alert as the sandstorms swept across the north of the country. Golmud was left covered in a remarkable red haze when the sand cloud blew across the city.  The Shard, one of London's most iconic buildings, is pictured shrouded in 'blood rain' earlier this month. In December a small town in Queensland, Australia, experienced a dust storm (pictured) that residents said was unprecedented in magnitude.
ZetaTalk Comment 4/25/2015: "Selain dari keterhuyungan bumi yang memburuk, apa yang sedang menyebabkan badai-badai debu masif yang tidak dapat disangkal lagi telah meningkat di seluruh bola bumi ini?
Sebagian dari itu disebabkan oleh debu merah yang terus meningkat dibawakan oleh ekor Planet X yang melecut. 
Debu ini pada utamanya adalah badai debu yang seperti siluman, sebagaimana dapat dilihat saat fajar atau senja ketika sinar silau matahari sudah berkurang dengan suatu cara, tapi selain dari itu hanya terlihat sebagai kabut di udara. 
Di wilayah-wilayah dimana kelembaban udara atau hujan menarik debu merah dari udara lalu menempelkannya di tanah atau vegetasi, debu di udara itu bersifat temporer. 
Tapi di wilayah-wilayah yang kering atau di gurun, seperti misalnya di China tengah atau Australia, debu itu dapat terangkat selama terjadi badai angin. 
Debu merah dari ekor Planet X itu dengan demkian terakumulasi  bersama debu yang biasanya ada di wilayah-wilayah itu."
Ekor Elektromagnetik Planet X Membombardir Bumi Per Mei 2015 4.5 5 Nirata Senin, 05 Oktober 2015 Ekor Planet X (aka Nibiru), yang bermuatan elektromagnetik itu, semakin mengarah ke, dan dengan dem...