Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Tentang Kesalahan Teori Manusia Tentang Terhentinya Rotasi Bumi

 on Senin, 02 Maret 2015  


Bahwa matahari akan terbit dari Barat dan, dengan demikian Bumi juga akan berhenti berputar, telah diyakini banyak orang akan terjadi di masa-masa yang relatif tidak terlalu lama lagi, dengan sebagian dari mereka dapati bahwa NASA telah mengonfirmasi (meskipun dengan landasan teori palsu) bahwa matahari akan terbit dri Barat.

Menurut yang diberitakan oleh media, ketika bumi berhenti berputar, ada hal-hal mengerikan yang akan terjadi, yang utamanya karena rotasi terhenti secara tiba-tiba.
Akibat dari penghentian rotasi Bumi yang tiba-tiba, menurut para ilmuwan yang diberitakan di media-media adalah, antara lain, manusia-manusia langsung terlempar seperti peluru-peluru yang ditembakkan, medan magnet bumi menghilang, lautan-lautan akan langsung terseret ke kutub-kutub sehingga seluruh bumi langsung mengalami banjir mengerikan, dan ada manusia-manusia, tergantung wilayahnya di Bumi, yang akan mati terpanggang oleh sinar matahari abadi, ekstrim.
Namun para alien Zeta telah menjelaskan mengenai terhentinya rotasi bumi sebagai hal-hal yang sama sekali bukan seperti itu.
Terhentinya rotasi bumi tidak akan terjadi secara tiba-tiba melainkan berangsung-angsur, karena ada hukum-hukum magnetisme alam yang berlaku tentu saja, dan akan didahului oleh apa yang manusia kenal dengan istilah "Tiga Hari Kegelapan". Kemudian rotasi bumi akan kembali normal setelahnya. [Baca: Rotasi Normal Dalam Hitungan Hari]
Teori manusia mengenai terhentinya rotasi Bumi tidak luput dari landasan yang salah mengenai inti Bumi. [Baca jhga: Laut Memanas Karena Inti Bumi Memanas: Bukti]  
Berikut laporan ZetaTalk mengenai teori terhentinya rotasi Bumi oleh para ilmuwan manusia, beserta penjelasan dari para alien Zeta.

Terjemahan bebas Stopped Rotation Alarmists, The ZetaTalk Newsletter Issue 406, Sunday July 13, 2014
Di hari-hari awal berdirinya situs ZetaTalk, dalam perdebatan-perdebatan di ci.astro, telah dibahas masalah-masalah tentang
mengapa planet-planet berotasi dan tidak melambat untuk menghentikan rotasi [melainkan terus-menerus (mencoba) menjangkau sesuatu yang menarik mereka dari jauh di ruang angkasa], [Baca juga: Jarak Planet X]
mengapa mereka semua berotasi ke satu arah yang sinkron dengan Matahari (Matahari memiliki lengan-lengan yang menyapu), 
dan mengapa Matahari, Merkurius, dan Bumi semuanya menunjukkan Kutub Utara mereka ke arah yang sama (Tata Surya ini memiliki sebuah orientasi magnetik yang sudah tetap). 
Tidak, Matahari tidak membalikkan kutub-kutubnya setiap kurang lebih 11 tahun. satelit Ulysses milik NASA sendiri telah memberi tahu mereka hal itu. Akan tetapi seperti teori Bumi Datar saja, hal ini masih diajarkan di sekolah-sekolah. 

[Teori Fiksional Manusia]
Teori-teori terkini umat manusia setara dengan film-film sci-fi, seperti The Core yang mewujudkan banyak hal dari pikiran mereka yang bingung. 
The Core http://en.wikipedia.org/wiki/The_core The Core is a 2003 American science fiction disaster film. It concerns a team that has to drill to the center of the Earth and set off a series of nuclear explosions in order to restart the rotation of Earth's core. The Earth's molten core has stopped rotating; within a year, the Earth's magnetic field will collapse, irradiating the planet. The three develop a plan with the United States government to bore into the Earth's core and plant a series of nuclear charges at precise points to restart the core's motion and restore the field. The new data they gather there reveals a flaw in the plan. The outer layer of the Earth's Core is less dense than anticipated, and the explosions cannot generate the needed power. Meanwhile on the surface, the public becomes aware of problems after super storms start to cover the world.


[Pelambatan Rotasi Bumi Secara Bertahap, Teori ZetaTalk]
Di awal hikayat ZetaTalk saga, para alien Zeta telah menggambarkan langkah-langkah menuju Pergeseran Kutub.
Tahap terakhir, tepat sebelum Jam Pergeseran Kutub, adalah terhentinya rotasi Bumi
Menurut para alien Zeta, yang dijelaskan secara mendetil dalam Minggu-Minggu Terakhir, hal ini terjadi setelah 18 hari pelambatan rotasi Bumi, lalu Bumi akan tetap berhenti berotasi selama 5,9 hari.
Lava yang berdaya magnet tinggi di Atlantic Rift akan terposisikan menghadap Matahari, karena dicengkeram oleh magnet bully Planet X yang sedang lewat. [Baca: Gaya Magnet Bumi Yang Ke-3, Atlantic Rift]
Tidak seperti dalam film The Core, ada alasannya mengenai rotasi yang terhenti secara temporer.

ZetaTalk Prediction 7/15/1995: Bagian Bumi yang menghadap ke "bully" ini, pada dasarnya, sangat benci kalau harus pergi, dan ini menyebabkan rotasi terhenti secara bertahap. 
Hal ini telah dicatat dalam sejarah tertulis dan dalam penuturan-penuturan kisah rakyat di seluruh dunia, sebagai siang atau malam yang berkepanjangan. 
Periode waktu tersebut, akibat kurangnya jam-jam mekanis, tidak dapat diukur, namun manusia-manusia yang mengalaminya telah menggambarkannya sebagai waktu-waktu mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari. Yang belakangan (beberapa heri--pen.) yang lebih akurat. Pelambatan rotasi ini terjadi dengan sedikit trauma.
ZetaTalk Prediction 8/14/2010: Lalu Bumi memperbaiki posisinya, bersebelahan dengan Planet X, dan memulai pelambatan rotasinya. 
Selama masa inilah Bumi ditarik ke arah Planet X, sehingga Planet X dengan cepatnya bertambah ukurannya (yang tampak) di langit Bumi dan seperti monster yang meliuk-liuk dalam legenda.
Pelambatan Rotasi Bumi bukan masalah linear, melainkan berlipat-lipat karena Bumi ditarik mendekat ke Planet X.
Bumipun mengerang keras, melenguh, dan mengeluh saat intinya menarik kerak buminya namun kerak bumi semakin kuat dicengkeram dan ditahan oleh Planet X. 
Pelambatan ini juga merupakan masalah terhuyung-huyung dengan tiba-tiba karena ketika Atlantic Rift terpapar (pada cengkeraman yang menguat ini--pen.), cengkeraman ini melambat rotasi, namun ketika tersembunyi, rotasinya mencoba kembali. 
Semua ini akan menyebabkan gempa-gempa bumi dan kecelakaan-kecelakaan di zona-zona peregangan. Tim-tim tanggap darurat akan mencapai titik jauh di luar kecapaian, layanan-layanan pemerintahpun akan tercerai-berai, dan perjalanan menjadi hampir tidak mungkin.
ZetaTalk Prediction 2/15/2002:  
Dinamika-dinamika yang berlaku saat Planet X mendekat selama beberapa hari sebelum pergeseran kutub  mendatang adalah sedemikian rupa sehingga rotasi Bumi terhenti dengan sebuah bagian Bumi yang dapat diprediksi akan menghadap ke Planet X yang mendekat--yakni Samudera mid-Atlantic di lepas pantai bagian timur pantai-pantai Amerika Serikat. 
Bagian dari bola bumi ini berpusat di antara massa-massa daratan yang kurang lebih netral dalam hal polarisasi magnetik, namun selaras dengan aliran-aliran lava sebelumnya dari penarikan yang sangat kuat (hingga membelah--pen.) pada benua-benua, mid-Atlantic rift.
Dengan demikian, dasar-dasar laut dari lava itu dicengkeram, menghadap ke Matahari, menghadap ke Planet X yang datang mendekat dari sebelah Selatan di sepanjang rift itu, dan menyebabkan Eropa, benua-benua Amerika, dan Afrika berada di sisi siang yang panjang dari Bumi.
Rotasi Bumi terhenti dengan Atlantic Rift menghadap planet yang mendekat itu, yang datang hampir--tidak pas--dari bawah Matahari, sehingga Afrika dan Eropa sedikit lebih diputar menghadap ke Matahari ketimbang benua Amerika Utara. Karenanya, Siang Panjang yang digambarkan oleh Yosua dan malam panjang yang digambarkan oleh orang-orang di Pantai Barat.

[Velikovsky, Kitab Yosua, Cuauhtitlan, dan Kitab Al Irshad]
Velikovsky, dalam bukunya Worlds in Collision, mengisahkan kembali cerita-cerita rakyat serta catatan-catatan kuno yang tertulis yang menggambarkan Pergeseran-Pergeseran Kutub silam.
Ia menemukan catatan-catatan yang menggambarkan siang dan malam yang berkepanjangan, di dalam Kitab Yosua dari Injil, dan Mexican Annals of Cuauhtitlan (dari sejarah kerajaan Chulhuacan dan Meksiko--pen.).
Hal ini juga telah diprediksikan dalam sebuah literatur Islam Kitab al Irshad, dalam Imam Ke-Dua Belas (The Twelfth Imam).
Wilayah 3 Hari Gelap dan Terang Berkepanjangan
Kitab al Irshad: The Twelfth Imam: "Between the decline of the sun (at noon) and the time of the afternoon prayer, the sun will remain still."
Worlds in Collision, The Most Incredible Story, Emanuel Velikovsky (page 39) http://www.zetatalk.com/info/tinfo07a.htm A story is told about Joshua ben Num who, when pursuing the Canaanite kings at Beth-horon, implored the sun and the moon to stand still. Joshua (10:12-13): And the sun stood still, and the moon stayed, until the people had avenged themselves upon their enemies. Is it not written in the book of Jasher? So the sun stood still in the midst of heaven, and hasted not to go down about a whole day.
Worlds in Collision, On the Other Side of the Ocean, Emanuel Velikovsky (Pages 45-46) http://www.zetatalk.com/info/tinfo07a.htm The Book of Joshua, compiled from the more ancient Book of Jasher, states that the sun stood still over Gibeon and the moon over the valley of Ajalon. This description of the position of the luminaries implies that the sun was in the forenoon position. The Book of Joshua says that the luminaries stood in the midst of the sky. Allowing for the difference in longitude, it must have been early morning or night in the Western Hemisphere. We go to the shelf where stand books with the historical traditions of the aborigines of Central America. The sailors of Columbus and Cortes, arriving in America, found there literate peoples who had books of their own. In the Mexican Annals of Cuauhtitlan, written in Nahua-Indian, it is related that during a cosmic catastrophe that occurred in the remote past, the night did not end for a long time. Sahagun, the Spanish savant who came to America a generation after Columbus and gathered the traditions of the aborigines, wrote that at the time of one cosmic catastrophe the sun rose only a little way over the horizon and remained there without moving. The moon also stood still. The biblical stories were not know to the aborigines. Also, the tradition preserved by Sahagun bears no trace of having been introduced by the missionaries.
[Terhentinya Rotasi Bumi Di Media]
Baru-baru ini beberapa outlet media mengeluarkan feature tentang rotasi bumi yang terhenti secara hipotetis, mendetilkan apa yang akan terjadi apabila bola bumi ini tiba-tiba berhenti berotasi.
Momentum (akibat penghentian rotasi ini) akan menyebabkan manusia terlontar keras ke permukaan seperti "peluru-peluru," angin-angin berkekuatan badai akan merangsek bumi. Penghentian rotasi yang lebih lama akan menyebabkan lautan-lautan di dunia terseret ke kutub-kutub, membanjiri banyak daratan, dan juga mengurangi medan-medan magnet Bumi sehingga Bumi akan kurang terlindungi dari emisi-emisi surya. 
Apakah kengerian-kengerian ini akan menanti?

Nyatanya, meskipun manusia pernah mengalami hal ini (terhentinya rotasi Bumi) sebelumnya, secara teratur, termasuk lewatnya Nibiru di jarak terdekat dengan Bumi yang terakhir yang terjadi selama era Eksodus Bangsa Yahudi, hal (yang sesungguhnya terjadi) tidak digambarkan dalam artikel-artikel ini.
Petama-tama, bola bumi ini tidak akan terhenti tiba-tiba, melainkan ia akan melambat dalam periode 18 hari. [Baca: Hitungan Mundur Pergeseran Kutub]
[Sebuah contoh dalam hal ini] Di dalam pesawat Concord atau pesawat-pesawat jet lainnya yang terbang dengan kecepatan tinggi, lebih cepat dari rotasi Bumi, para penumpangnya dapat santai menyecap minuman mereka dan bahkan tidak merasakan efek-efek dari pelambatan saat mendarat. 
Yang kedua, rotasi Bumi yang terhenti tidak akan cukup membuat air laut sebanyak itu pindah ke kutub-kutub.
Memang akan terjadi penyeretan lautan-lautan ke arah kutub-kutub, tapi trend ini hampir-hampir tidak dimulai sebelum rotasi kembali dimulai. [Baca: Daratan-Daratan Yang Akan Terkena Dampak Kenaikan 675 Kaki]
Dan yang terakhir, medan magnet Bumi tidak menghilang, meskipun dalam kebingungan penyejajaran yang temporer akibat aliansi-aliansi yang saling konflik antara Matahari dan Planet X.
Tapi di sini [ibaratnya] ada pengulangan teori Bumi Datar oleh ilmuwan-ilmuwan Bumi.
If The Earth Stopped Spinning, Some Really Bad Things Would Happen, June 20, 2014 http://www.huffingtonpost.com/2014/06/20/what-if-the-earth-stopped-spinning Sometimes it's easy to forget that the Earth and everything on it are rotating. But it's a good thing that our planet keeps spinning, because if it suddenly stopped it would unleash a torrent of catastrophes. Just listen to what Michael Stevens has to say in this new installment of his Vsauce YouTube series. "First of all, you would gain weight," Stevens says, a reference to the fact the Earth's rotation slightly offsets the effect of gravity. "But that would be the least of your worries."
 
Supersonic Tumbleweed, Human 'Bullets' and Winds Faster than an Atomic Explosion, June 17, 2014 http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2660239/Supersonic-tumbleweed Everything would be launched in a ballistic trajectory - around 1,100 mph (1,670 km/h). Those who are somehow able to survive turning into 'supersonic tumbleweed' would have powerful winds to content with, which could destroy everything in their path.  Meanwhile, Earth’s magnetic field would cease to exist and we would be dosed with deadly amounts of ionising radiation. The Earth would become an almost perfect sphere, as the current rotational velocity causes the Earth to bulge out around its equator. On perfect sphere Earth, the world’s oceans would redistribute, flooding many areas of the planet with a huge volume of water. If the Earth stopped spinning, it would take 365 days for the Sun to move through the sky and return to the same position. 
This is What Would Happen if Earth Stopped Spinning Right Now, June 16, 2014 http://sploid.gizmodo.com/this-is-what-would-happen-if-the-earth-stopped-spinning The spinning iron core in the center of the Earth would stop too. Without the spin, Earth's protective magnetic field would be gone too. The Sun radioactive rays would automatically kill anything left. On top of that, half of the Earth would be constantly exposed to the Sun, rising temperatures to levels that would kill most life on the surface. The other half of Earth would freeze. Life on Earth wouldn't be able to recover from this. Ever.

[Medan Magnet Bumi Tidak Hilang Saat Rotasi Bumi Berhenti]
Mengapa artikel-artikel orang-orang yang cepat gelisah itu memprediksi bahwa medan magnet Bumi akan menghilang?

Manusia memiliki teori-teori, yang tidak dapat disahkan karena ia tidak dapat pergi ke dalam inti bumi Bumi. Ia hanya menebak-nebak.
Manusia mengira bahwa inti Bumi itu padat, dan dengan demikian beranggapan bahwa gerakan rotasinyalah yang menciptakan sebuah geodinamo, sebuah medan magnet dari gerakan di dalam magma.
Namun para alien Zeta telah menyatakan bahwa inti bumi ini likuid, terdiri dari hampir sepenuhnya besi. Mengapa para ilmuwan Bumi mengira inti bumi ini padat? [Baca: Laut Memanas Karena Inti Bumi Memanas: Bukti]
Inner Core http://en.wikipedia.org/wiki/Inner_core Earth was discovered to have a solid inner core distinct from its liquid outer core in 1936, by the seismologist Inge Lehmann, who deduced its presence from observations of earthquake-generated seismic waves that reflect off the boundary of the inner core and can be detected by sensitive seismographs on the Earth's surface. This boundary is known as the Bullen discontinuity, or sometimes as the Lehmann discontinuity. A few years later, in 1940, it was hypothesized that this inner core was made of solid iron; its rigidity was confirmed in 1971.

What Causes the Earth's Magnetic Field? http://www.physics.org/article-questions.asp?id=64 This flow of liquid iron generates electric currents, which in turn produce magnetic fields. Charged metals passing through these fields go on to create electric currents of their own, and so the cycle continues. This self-sustaining loop is known as the geodynamo. The spiralling caused by the Coriolis force means that separate magnetic fields created are roughly aligned in the same direction, their combined effect adding up to produce one vast magnetic field engulfing the planet.
A Tale of Two Natural Planetary Cycles: Magnetic and Climatic, December 3, 2011 http://alfin2100.blogspot.com/2011/12/tale-of-two-natural-planetary-cycles Geophysicists are pretty sure that the reason Earth has a magnetic field is because its solid iron core is surrounded by a fluid ocean of hot, liquid metal. This process can also be modeled with supercomputers.
ZetaTalk Description 2/15/1996
Planet-planet bertindak sebagai magnet-magnet sesuai dengan komposisi dan likuiditasnya. Dalam hal ini, Bumi adalah sebuah magnet, karena memiliki besi di dalam kerak maupun intinya yang berkonsentrasi tinggi. 
Magnet-magnet paling kuat dihasilkan dari logam yang dilunakkan atau dilelehkan, karena atom-atomnya bebas untuk berbaris dari ujung ke ujung. Inti Bumi senantiasa dalam keadaan ini, dan, dengan demikian, bertindak layaknya sebuah magnet raksasa, sebesar bola bumi itu sendiri.
[Teori Manusia Tentang Inti Bumi Yang Konflik]
Mereka telah menganalisa pola-pola seismograf, dimana gempa-gempa bumi menggaung melewati, dan ke seluruh, bola bumi ini, untuk tiba pada kesimpulan ini.
Basis ilmu pengetahuan manusia juga termasuk Titik Curie (temperatur Curie). Apabila sebuah magnet besi dipanaskan hingga 770C maka ia akan kehilangan gaya magnetnya. Besi meleleh pada suhu 1535C, dan manusia memperkirakan inti bumi bersuhu 6000C. 
Di sini kita ada dua teori manusia yang saling bentrok, karena, berdasarkan panasnya saja, maka inti bumi pastilah likuid, lunak, tapi umat manusia terkenal dengan penolakannya untuk "menempatkan seluruh potongan teka-teki di halaman yang sama."
Masih ada fakta lain yang diabaikan oleh manusia, yakni bahwa setiap atom besi memiliki medan magnetnya sendiri. 
Apabila magnet-magnet dipabrikasi dari besi lunak, maka atom-atomnya akan bebas bergerak dan dapat berjejer dari ujung ke ujung terhadap satu sama lain, lalu mengapa mereka tidak berjejer dalam sebuah massa raksasa dari besi lunak di dalam inti bumi?
IBEX telah menemukan sebuah magnetic ribbon tepat di luar heliosfer pada 2009, yang menegaskan gambaran ZetaTalk tentang penyejajaran magnetik yang berkuasa di Tata Surya ini. [Baca: Magnetisme Tata Surya]
Inti Bumi menjadi sebuah magnet raksasa dalam pengaruh ini.
Curie Temperature http://en.wikipedia.org/wiki/Curie_temperature The Curie temperature, or Curie point, is the temperature where a material's permanent magnetism changes to induced magnetism. Higher temperatures make magnets weaker as spontaneous magnetism only occurs below the Curie Temperature. Below the Curie temperature, the atoms are aligned and parallel, causing spontaneous magnetism; the material is ferromagnetic
ZetaTalk Explanation 4/15/1996
Satu buah atom besi, terisolir, akan menetapkan arah alirannya berdasarkan partikel-partikel elektron--yang mana terdapat ratusan subtipe-nya--yang mengorbit ketat (di sekelilingnya). 
Orbit-orbit ketat ini mengatur diri mereka dengan cara yang bukannya tidak seperti planet-planet di sekeliling matahari, tapi tentu saja medannya lebih padat (ramai). 
Dengan jumlah partikel-partikel ini yang lumayan statis yang akan  berlama-lama di sekeliling sebuah nukleus besi, pusaran yang mengorbit itu bisa jadi memiliki sebuah irama, ketimbang suara berdengung yang tetap. 
Masukkan 3 grup yang terdiri dari 3 partikel ke dalam sebuah siklus yang terdiri dari 10 partikel, maka Anda akan mendapatkan jeda suara whomp whomp whomp.
Kalau siklusnya, berdasarkan nukleus dan partikel-partikel subatom elektron yang ditariknya akibat ukuran dan komposisinya, adalah 4 grup yang terdiri dari 3 partikel dalam sebuah siklus 12, maka Anda akan mendengar suara whomp whomp whomp whomp.
Suara dengungan tetap dari siklus kedua tidak kekurangan arus magnetik, melainkan sekedar menyebar.
Siklus tidak teratur di contoh pertama mendapati aliran magnetiknya lolos selama jeda itu. Karena ditarik lagi ke partner yang terbaik di linkungan itu---atom besi yang satu buah itu---partikel-partikel subatom magnetik akan melingkar-lingkar, mengambil jalan yang paling sedikit hambatannya, yang tentu saja berada di sisi lain dari atom itu dari arus yang mengarah keluar.
[Steen’s Mountain, Sebuah Contoh Penstabilan Magnetik Setelah Pergeseran Kutub]

Steen’s Mountain adalah sebuah contohnya.
Selama sebuah bencana alam dahsyat sekitar 16 juta tahun yang lalu, lava yang mengeras selaras dengan medan magnet Bumi, menunjukkan sebuah perubahan yang sangat cepat dalam serangkaian hari. 
Ketika magnet-magnet dibuat, besi lunaknya dilewati oleh sebuah magnet yang ada, menyelaraskan (menyejajarkan) atom-atom besi sebelum logam itu dapat mengeras. 
Menurut para alien Zeta, setelah Pergeseran Kutub, kerak Bumi akan tetap berada dimana ia tergelincir, tapi inti Bumi, yang merupakan sumber dari medan magnet Bumi, akan perlahan-lahan memperbaiki dirinya untuk kembali menunjuk Utara/Selatan, kembali sejajar dengan Matahari.
Inilah yang sedang dilaporkan oleh geologi di Steen’s Mountain. Penyejajaran magnetik dari inti Bumi berubah arah dengan sangat cepatnya, selama berhari-hari.
 
Almost Inconceivable Changes in the Geomagnetic Field, Sep-Oct 1995 http://www.science-frontiers.com/sf101/sf101g11.htm A decade ago, a trio of geophysicists published a group of papers based on their measurements of the remnant magnetism of the 16-million-year-old layered lava flows at Steens Mountain, Oregon. The geomagnetic field probably shifted as much as 6° in a single day. 
 Ilustrasi Pergeseran Kerak dan Inti Bumi Saat Pergesera Kutub

ZetaTalk Explanation 8/31/2002:
Setelah Planet X lewat, Bumi [kembali] memiliki segala faktor yang menciptakan orbitnya, dan rotasinya, kembali ke tempatnya seperti sedia kala. 

Karena itulah kami menyatakan bahwa Bumi akan kembali ke rotasinya dalam waktu satu hari dari lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi.
Meskipun pergeseran itu terjadi dengan tiba-tiba, menarik inti bumi di dalam seluruh lapisan-lapisannya bersama dengan keraknya, namun penyejajaran kembali ini terjadi lebih lambat dan keraknya sudah terpisah dari intinya serta lapisan-lapisannya, dengan demikian tetap berada di tempatnya, selama penyejajaran ini.

Inti bumi bersifat mobile, dan faktor-faktornya yang semata-mata likuid bahkan lebih mobile lagi. 

Rotasinya akan sedikit kacau--lebih cepat selama beberapa hari dan lebih lambat di hari-hari lainnya--namun pada akhirnya akan berangsur-angsur kembali ke suatu rotasi yang serupa dengan 24 jam per hari. [Baca: Rotasi Normal Dalam Hitungan Hari]
Mengapa demikian? Karena kecepatan rotasi didikte (ditentukan) oleh (tingkat) likuiditas inti Bumi, dan hal ini tidak berubah. 
Tentang Kesalahan Teori Manusia Tentang Terhentinya Rotasi Bumi 4.5 5 Nirata Senin, 02 Maret 2015 Bahwa matahari akan terbit dari Barat dan, dengan demikian Bumi juga akan berhenti berputar, telah ...