Video gambaran perubahan Tata Letak Daratan dari Jaman ke Jaman
yang telah dikenal para geolog


Credit: GilsonCanuto
[Baca:
Era Pergeseran Kutub, Siklus 3600an Tahun, Kini Tiba
]

Sabtu, 20 September 2014

Tubuh Planet X Mulai Menampakkan Diri (Tanpa Filter): Juni - Agustus 2014

Event akbar Abad 21 adalah Planet X yang mendekat ke Bumi. Peristiwa alam yang menjadi pertanda adanya masa-masa perubahan jaman dan spiritualitas yang akan semakin signifikan. Event penampakannya saat-saat ini selayaknya tidak dilewatkan oleh mereka yang tahu maupun yang baru sadar--amatir, profesional maupun awam--yang punya waktu untuk itu. Tidak mengherankan kalau banyak orang yang menyadari keberadaannya itu sangat antusias mengabadikannya, terutama dari kalangan blog Pole Shift ning, dengan Alberto, salah seorang anggotanya, yang memimpin dalam tehnik pengabadiannya. Berikut laporan dari ZetaTalk mengenai penampakan Planet X yang mulai menunjukkan tubuhnya selama Juni hingga Agustus 2014 di beberapa tempat di dunia. 


Penjelasan Tentang Posisi Tubuh Planet X Saat Ini
 
Terjemahan bebas Planet X Visibility, The ZetaTalk Newsletter Issue 404, Sunday June 29, 2014

Para alien Zeta telah memprediksi tentang akan semakin meningkatnya penampakan Planet X complex (keseluruhan tubuh Planet X: badan planet, bulan-bulan, dan awan debu--pen.] [Baca: Tentang Posisi Planet X Selama Tahap 8 Per Februari 2014]
Dan bukti dramatis ini selalu siap tersedia dari foto-foto Alberto baru-baru ini. 
Corpus (tubuh) dari Planet X biasanya tersembunyi di balik awan debu yang pekat, sehingga paling sering tampak seperti bola redup jika dibandingkan dengan cahaya terang yang dipancarkan oleh Pusaran-Pusaran Bulannya. [Baca juga: Bulan-Bulannya Planet X]
Namun akhir-akhir ini, tubuh tersebut mulai menunjukkan wajahnya. Perhatikan bahwa saat matahari terbit, Ekliptik miring dari kiri bawah ke kanan atas, sehingga Planet X tampak hampir berada di posisi jam 3. [Cat: ekliptik adalah garis maya edar Bumi terhadap matahari--pen.]


Sedangkan saat matahari terbenam, Ekliptik merubah kemiringannya dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga Planet X pindah ke posisi jam 6 dari sudut pandang Bumi. [Baca: Memahami Lagi Posisi Planet X/Nibiru di Langit]



 
Planet X Agustus 2014 di Eropa dan Amerika
Terjemahan bebas Planet X VisibilityThe ZetaTalk Newsletter Issue 414, Sunday September 7, 2014

[Planet X di Austria]
Dalam  video tanpa filter pada 15 Agustus 2014, seorang anggota Pole Shift ning di Austria menangkap bagian dari Planet X complex di posisi jam 6, tepat di bawah matahari. Bola cahaya (orb) lainnya dapat dilihat pada posisi jam 5. Keduanya menunjukkan bayangan-bayangan dimana sinar matahari memantul lebih kuat ke sisi atas dari orb-orb yang terselubung debu. 

 

Sang fotografer dengan cermatnya membuang serta mengidentifikasi mana yang merupakan lens flares dengan cara menggerak-gerakkan kameranya, seperti yang dapat dilihat dari pergerakan titik biru. Kedua orb itu tidak bergerak. Jadi bukan lens flares. 

Analisis lebih jauh lagi terhadap video itu dengan membuat penyesuaian pada warna dan gama menunjukkan bahwa orb pada posisi jam 6 tampak sangat menonjol.
Video tersebut diambil pada jam 13:40 CET, sudah lewat tengah hari sehingga kemiringan ekliptik akan telah menempatkan posisi Planet X yang normal--di jam 4--lebih dekat ke posisi jam 6 dari sudut pandang kamera. Ada kemungkinan sekali bahwa orb pada posisi jam 6 itu adalah corpus (tubuh) Planet X!

[Planet X di Kanada]
Lalu ada foto lain, yang diambil di Ontario, Kanada, juga pada 5 Agustus 2014, yang mengonfirmasi lokasi orb tersebut. Foto ini juga diambil di siang hari, pada 3:30 pm. Ekliptiknya kala itu juga miring dari kiri atas ke kanan bawah.



[Planet X di Pantai Laguna]
Foto lain yang tidak difilter - diambil saat matahari terbenam di Pantai Laguna pada 11 Agustus 2014 dengan iPhone - menunjukkan Planet X sebagai sebuah Monster Persona di posisi yang telah diekspektasi: posisi jam 4.  
Ketika dilakukan desaturasi, foto itu juga menunjukkan orb-orb yang sangat besar di sebelah kiri dan di atas Matahari, dimana Pusaran-Pusaran Bulan ditemukan karena ekornya tertiup ke kiri dan melengkung ke atas Matahari.


[Planet X di Kalifornia]
Foto lain diambil di Kalifornia pada Agustus yang hanya menggunakan filter matahari untuk mengurangi seluruh silau matahari,  menunjukkan orb pada posisi jam 6, yang terpusat dalam awan debu merah. Perhatikan sekali lagi, sinar mataharinya memantul ke atas puncak Planet X, yang berada di antara Bumi dan Matahari saat ini, sedikit di bawah Ekliptik.
[Baca: Tentang Posisi Planet X Selama Tahap 8 Per Februari 2014]


[Planet X di Indiana]
Foto lainnya lagi adalah dari Indiana saat matahari terbit pada 19 Agustus 2014. Orb ini sangat jelas terlihat pad posisi jam 3. Kalau kita cek lokasinya di Ekliptik, maka jelas bahwa posisi jam 3 itu sama saja dengan posisi jam 4-5 terhadap matahari bagi orb itu. Tidak diragukan lagi, tingkat penampakan itu telah mengambil lompatan raksasa baru-baru ini! Ada yang telah memperhatikan bahwa ukuran orb itu lebih kecil pada pandangan pertama, karena berada di dalam awan debu. Penampakan ini dapat diperjelas dengan membuat penyesuaian pada hue.  
Mengutak-atik dengan filter bisa memberi suatu kesan terhadap rasio ukuran dari pusat serta lingkungan sekitar dekat awan debu, bagian yang lebih besar dari ekor itu yang mungkin tidak terlihat mata telanjang dalam penangkapan ini. 
 
Planet X di Bulan Juli 2014 di Cina dan Inggris 
Terjemahan bebas dari Planet X VisibilityThe ZetaTalk Newsletter Issue 409, Sunday September 7, 2014 

Selama bulan Juli, sejumlah foto oleh beberapa amatir menangkap Pusaran-Pusaran Bulan Planet X, dan bahkan tubuh(Planet X) itu sendiri, berupa foto-foto tanpa filter. 
Dari dulu aturannya adalah bahwa ketika orang menggunakan suatu filter yang dapat membatasi cahaya ke spektrum merah, maka keseluruhan tubuh (complex) Planet X itu akan lebih dapat terlihat mata telanjang. Maka telah direkomendasikan untuk menggunakan mylar atau yang berasal dari floppy disc lama. 
Namun Planet X complex telah semakin mendekat, sehingga penampakannyapun meningkat, sebagaimana yang ditunjukkan oleh foto-foto berikut dan juga foto-foto lain di blog Pole Shift ning khusus untuk pelaporan foto-foto semacam itu.
Pada 3 Juli 2014, seorang fotografer menangkap sebuah orb yang sangat menonjol di kanan atas Matahari, yang cukup kuat untuk dipantulkan sinarnya ke tanah. [lihat gambar di bawah--pen.]
Pada 7 Juli 2014, seorang fotografer lain menangkap sebuah Pusaran Bulan yang menunjukkan diri sebagai sebuah Monster Persona (besar dan pucat) di atas matahari, dan apa yang secara potensial dapat ditentukan sebagai tubuh Planet X itu sendiri di posisi jam 4. [lihat gambar di bawah--pen.]
Pada 17 Juli 2014, sebuah foto dari Aocun, China (lihat gambar di atas--pen.) menunjukkan dua buah Pusaran BUlan di kiri matahari, yang tertangkap sebagai pantulan ghost (sebagaimana matahari itu sendiri) di bagian dasar foto itu, yang membuktikan bahwa sinar dari Pusaran-Pusaran Bulan itu genuine (benar adanya).

read more "Tubuh Planet X Mulai Menampakkan Diri (Tanpa Filter): Juni - Agustus 2014"

Jumat, 19 September 2014

Tabuhan Genderang Nibiru Oleh Media-Media Massa Mainstream

Nibiru, aka Planet X, yang tubuhnya tak jarang muncul sebagai matahari kedua di seluruh dunia karena mengiringi muncul atau tenggelamnya matahari kita, telah dijelaskan oleh para alien Zeta mengorbit kedua mataharinya (yang juga diberi istilah matahari biner). 
Keberadaan Planet X dengan segala misteri hakekat komposisi dan prilaku tubuhnya itu cukup memberi tamparan kepada para pakar astronom dan astrofisika. Mereka, menurut para alien Zeta, enggan mengakui keberadaan Planet X yang telah melenceng dari segala ilmu yang dimiliki manusia. 
Dengan pengumuman Obama tentang kedatangan planet ini, yang masih terus dilakukan perencanaannya, media-media massa--karena, dengan satu atau lain cara, telah mendapat bocoran kemungkinan itu--sudah beberapa tahun terakhir ini turut memberi kisikan-kisikan kepada masyarakat dunia tentang kedatangan Planet yang serba aneh dan berada di luar nalar manusia itu. [Baca juga: Kisikan Media Massa Mainstream]
 

Diharapkan bahwa kalangan awam tidak akan terlalu kaget ketika mendekatnya Planet X diumumkan oleh Obama nanti bila tidak ada halangan, karena telah mendengar setidaknya satu atau dua hal tentang sifat khas Planet X melalui penjabaran 'planet-planet' lain, yaitu  tidak bergerak layaknya orbit planet yang selama ini dikenal manusia. 

Orbit Planet X, aka Nibiru

Berikut laporan ZetaTalk lagi mengenai kisikan-kisikan media massa mainstream itu.


Terjemahan bebas dari Nibiru Drum Roll, The ZetaTalk Newsletter Issue 382, Sunday January 26, 2014

Menuju ke pengumuman (dari Obama) yang akan mengakui kehadiran Nibiru, aka Planet X, yang sudah dekat, pada dasarnya telah terdengar tabuhan genderangnya dalam berita-berita yang mengulas tentang temuan terbaru atas planet-planet yang berkeliaran, atau planet-planet dengan orbit-orbit ganjil yang jauh dari matahari-matahari mereka, atau bintang-bintang tak bersinar dalam formasi-formasi biner, atau planet-planet yang mengorbit bintang-bintang tak bersinar. Tingkat kecepatannya terus meningkat! 
Hal ini terakhir diulas dalam newsletter Issue 370, pada 3 Nov. 2013, ketika planet-planet rogue atau yang berkeliaran sedang dibahas. [Baca juga: Gerak Orbit Planet X/Nibiru, Lonely Planet, dan Ilmuwan Bumi]
[Pengumuman Temuan Planet PSO J318.5-22]
Para astronom mengumumkan penemuan atas PSO J318.5-22 yang serupa dengan Nibiru untuk beberapa hal. 
Warnanya merah (Nibirupun diselubungi oleh debu merah) dan sedang mengorbit sebuah brown dwarf (Titik fokus kedua--aka matahari--Nibiru pun sebuah brown dwarf), meskipun PSO J318.5-22 dilaporkan lebih besar dari pada Yupiter (dan Nibiru lebih mendekati Bumi dalam hal ukuran). 

Lonely, Young Planet Drifting in Space without a Star, October 10, 2013:  The planet, which has only six times the mass of Jupiter, was identified by its faint and unique heat signature. The astronomers were actually searching for failed stars known as brown dwarfs when they came across PSO J318.5-22, which stood out because of its red color. http://www.cnn.com/2013/10/10/tech/space-new-planet/index.html
Nearby Failed Stars May Harbor Planet, December 16, 2013: Failed stars are known as brown dwarfs and have a mass below 8% of the mass of the Sun—not massive enough to burn hydrogen in their centers. http://carnegiescience.edu/news/nearby_failed_stars_may_harbor_planet

 [Beriku penjelasan para alien Zeta via ZetaTalk]
ZetaTalk Sol’s Binary 10/15/1995: "Titik fokus kedua Planet X ini tidak dapat ditemukan oleh para astronom Anda karena gelap, tidak bercahaya, dan kebetulan tidak menghalangi pandangan terhadap apa yang menjadi minat astronom. [Baca: Planet X dan Kembaran Gelap Matahari Kita]
Meskipun ukuran dan massanya setara, benda itu berbeda secara samar, dan tidak berpotensi akan mengeluarkan sinar dalam kondisi-kondisinya sekarang ini di bagian alam semesta Anda ini. Ia tidak memiliki planet berukuran berapapun yang dapat disebut-sebut, meskipun diorbiti oleh banyak sampah antariksa.
Kalau-kalau orang mau mencarinya, lokasinya berada di sudut 11 derajat di luar ruang orbit Bumi terhadap matahari, di arah yang sama dengan yang telah kami berikan atas mendekatnya Planete X.
Tubuhnya tidak bergelimangan cahaya, serta tidak melepas radiasi apapun yang dapat terdeteksi perangkat manusia apapun, Anda tidak akan dapat menemukannya, namun bukan berarti benda itu tidak ada di sana.
Apakah Anda, seperti anak kecil yang menutup matanya, mengira bahwa, kalau Anda tidak dapat melihat sesuatu, maka sesuatu itu tidak ada?"
ZetaTalk Nibiru Red Appearance 2001:  
"Apabila Planet X pada utamanya merupakan planet air, lalu mengapa ia tampak menjadi planet merah, seperti Mars, yang pada dasarnya tak ada air di permukaannya? Mengapa ia tidak seperti Bumi, yang berupa planet biru?
Penjelasannya terletak pada sampah-sampah  antariksa yang telah dipulung oleh Planet X. Planet X dan bulan-bulannya memiliki kesempatan untuk 'memulung' sampah antariksa, dan, oleh karena merupakan planet magnetik, Planet X pada utamanya menjadi tarikan bagi debu besi.
Lalu mengapa debu ini tidak mengendap di atmosfer Planet X, yang kemudian terbawa melayang turun ke lautan sehingga berhenti menjadi awan yang memberi penampakan kemerahan pada Planet X?
Seandainya lingkungannya statis, maka pada akhirnya itulah nanti yang akan terjadi, namun Planet X tidaklah statis, ia terus-menerus bergerak. Awan debu itu berada jauh di luar apa yang akan disebut sebagai atmosfer Planet X, sehingga selama lewatnya pada jarak terdekat (dengan Bumi) melalui tata surya ini, debu itu mengekor di belakang Planet X, menjadi ekor debu merah yang panjang--besi yang teroksidasi--yang mana, selama lewatnya di jarak terdekat dengan Bumi, ketika Bumi terkungkung di dalam ekor itu, debu itu menyebabkan sungai-sungai dan danau-danau, untuk sementara waktu, berubah warna menjadi merah dan terasa pahit." [Baca juga: Ekor Planet X, Sang Komet Raksasa]
[Pengumuman Temuan Planet HD106906b]
Lalu muncul pengumuman lain tentang planet HD106906b, sebuah planet yang memiliki orbit yang luar biasa panjangnya, yang menempatkannya sangat jauh dari mataharinya, 650 kali lebih jauh dari jarak antara Bumi dengan mataharinya. 

Giant Alien World Discovered where it Should Not Exist, December 5, 2013: A massive planet found orbiting a star at a staggeringly great distance is smashing some long-held theories of planetary formation. The planet, according to a study published in the Astrophysical Journal Letters, is unlike anything in our own solar system. Eleven times more massive than Jupiter, planet HD 106906 b orbits a single sun-like star at a distance of 60 billion miles - about 650 times the distance Earth is from our own sun. http://www.latimes.com/science/sciencenow/la-sci-sn-gigantic-alien-planet
Seberapa miripnya ini dengan Nibiru? 
Nibiru memiliki orbit ganjil yang menyebabkannya mengayun di antara kedua titik fokusnya (kedua mataharinya--pen.), yang mana, menurut para alien Zeta, jaraknya 18.74 kalinya jarak antara Matahari kita dan Pluto. 
Sekali lagi, planet yang jauh dari mataharinya ini digambarkan berukuran sangat besar, 11 kali lebih masif dari pada Yupiter. [Baca juga: Planet X, aka Planet Ke-12 (Nibiru): Jarak dari Bumi dan Gerak Orbit ]
ZetaTalk Sling Orbit 2001: "Matahari biner yang tidak bersinar ini berada sekitar 18,74 kali jarak antara Matahari Anda dengan Pluto, pada sebuah sudut 11 derajat dari ekliptik (ruang edar bumi terhadap matahari--pen.), di arah konstelasi Orion.
Meskipun berada lebih jauh, dua kali lipat jaraknya, dari tempat dimana Planet X sedang ada saat ini, planet tersebut merupakan raksasa gravitasi, dan, dengan demikian, di antara kedua (matahari) biner itu, Planet X terperangkap dalam orbit yang teramat sangat lonjong.
Orbit itu tidak sesuai dengan teori-teori ilmu astrofisika manusia, dan, dengan demikian, tidak dapat dijabarkan melalui matematika yang digunakan manusia untuk menggambarkan prilaku komet maupun orbit." [Baca juga: Lokasi Planet X/Nibiru di Ruang Angkasa : Desember 2012]

Kini ada berita yang mempublikasikan sebuah teori bahwa bintang-bintang redup - dwarf-dwarf merah - boleh jadi memiliki "Bumi-Bumi super (super Earths)" yang mengorbit mereka yang dapat mendukung kehidupan. Benda-benda itu adalah apa yang diberi istilah planet-planet air, dan diduga 40% dari dwarf-dwarf merah memiliki planet-planet semacam itu yang mengorbit mereka. 
Artikel berikut mengutip seorang ilmuwan Skotlandia yang menekankan bahwa "Bumi-Bumi super" ini berukuran 1 hingga 10 kalinya Bumi (Nibiru berukuran 4 kalinya diameter Bumi).
Could Super-Earths Contain Alien Life? January 13, 2014 Massive alien worlds, known as ‘super-Earths’, could be more like our own planet than first thought. Super-Earths are giant planets that have between one and 10 times the mass of our world. About 40 per cent of all red dwarf stars – the most common stars in our galaxy - have a super-Earth orbiting in the habitable zone where liquid water can exist on the surface of the planet.  Last week, researchers in Scotland said that Earth-sized planets can support life at least ten times further away from stars than previously thought. http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2538549/Could-super-Earths-climate
Perhatikan dalam tafsiran sang seniman (dalam gambarnya di bawah ini--pen.): Bumi super ditampilkan terselubung debu merah! Apakah kita sedang diperkenalkan pada Nibiru, sedikit demi sedikit, jauh sebelum pengumuman (dari Obama) itu?  [Baca juga: Scooby Doo Memimpin Anak-Anak Ke ZetaTalk/Nancy Lieder


Planet X (Nibiru) digambarkan oleh para alien Zeta sebagai, utamanya, planet air, yang meskipun memiliki daratan di atas perairan lautnya. Para alien Zeta menyebutnya sebuah brown dwarf yang membara (menyala-nyala), karena juga memancarkan cahaya dan panas dari inti planetnya. 
Ini jangan disalahartikan dengan terminologi manusia yang menyebut sebuah matahari tak bercahaya sebagai brown dwarf. Bicara dalam istilah manusia, orbit mengayun Planet X membawanya melewati Matahari kita dan matahari keduanya, yang dalam terminologi manusia merupakan matahari tak bercahaya, sebuah brown dwarf.
Planet X adalah planet, beroperasi layaknya planet, meskipun menyala-nyala dengan cahaya dan api. Keduanya dapat masuk ke dalam gambaran manusia atas brown dwarf, meskipun Planet X beroperasi seperti planet.    
ZetaTalk Nibiru a Hybrid 2001:
"Tidakkah ada kemungkinan bahwa ada sesuatu di luar sana yang tidak Anda amati? Suatu komposisi sebuah planet yang cukup tidak diketemukan di tata surya Anda, sebagaimana yang Anda ketahui selama ini?
Anda mengoperasikan pembakaran lambat di pembangkit-pembangkit tenaga nuklir Anda, yang mana, kalau tidak demikian, itu akan menjadi pembakaran cepat yang akan menjadi ledakan nuklir ketika tidak dipasang mekanisme pengereman. 
[Jadi] Apakah benar-benar tidak mungkin kalau ada matahari-matahari yang memiliki kompisi campuran? Bahwa ada pembakaran lambat? Bahwa sebuah planet [dapat] memiliki suatu komposisi matahari sekaligus komposisi dari planet solid?
(Bagi Anda) pendek kata, itu tidak mungkin.
Dan, karena Anda tidak mengamatinya, maka sesuatu itu tidak ada?"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
ZetaTalk Nibiru Unusual 7/15/1995: "Planet X memiliki panas maupun cahaya, yang dihasilkan dari dalam intinya. Kehidupan di Planet X mengalami siang terus-menerus. Kehidupan yang ada di sana tidak ada tidur, melainkan istirahat.
Cahayanya tersebar ke seluruh atmosfernya, lalu kembali ke permukaan daratan, namun muncul dari intinya untuk berinteraksi dengan atmosfer hanya melalui permukaan lautan-lautan yang dalam, yang menutupi sebagian besar permukaan planet itu.
Cahaya terlepas dari intinya di tempat dimana pada dasarnya terjadi aktifitas vulkanik di bawah laut. Tentu saja ini juga terjadi ketika ada aktifitas vulkanik di permukaan daratan planet itu, namun ada sedikit saja permukaan daratan, dan sudah sejak jaman dahulu mengeras."[Baca bahasan "Tidak Tidur" dalam Annunaki, Para "Dewa" Yang Tidak Tidur]
Penekanan (dalam berita yang dipublikasikan--pen.) (pada keberadaan) air (di planet-planet rogue--pen.) akhir-akhir ini juga ada kesamaannya dengan Nibiru. Dalam perbandingan antara air dan daratan, Nibiru memiliki lebih banyak air dari pada perbandingan antara air dan daratan di Bumi.
Kepler-62f: A Possible Water World, January 02, 2014 Kepler-62f is a remarkably Earth-like planet about 1,200 light-years from our planet. The world is only 1.4 times bigger than Earth and is in orbit around a star that is somewhat dimmer and smaller than the sun. It orbits in what is believed to be the habitable region of its star. The planet was announced in 2013 as part of a larger bonanza of seven exoplanets announced around the stars Kepler-62 and Kepler-69. http://www.space.com/24142-kepler-62f.html
Kepler-69c: Earth-Size Planet in Star's Habitable Zone, January 06, 2014 Hailed as the most Earth-like alien planet when it was discovered, Kepler-69c (also known as KOI-172.02) is an exoplanet about 2,700 light-years from Earth. Its radius is about 1.5 times that of Earth's, which puts it in the "super-Earth" classification of alien planets — those that are about two to 10 times the size of Earth. Researchers are especially intrigued because the planet orbits in the habitable zone of its star, which is just slightly smaller than that of Earth's sun. While the possible presence of water is not a guarantee of life, it does show that life-friendly environments are possible for planets that are about the same size as that of Earth. http://www.space.com/24172-kepler-69c.html





read more "Tabuhan Genderang Nibiru Oleh Media-Media Massa Mainstream"

Kamis, 18 September 2014

Sekali Lagi, Itu Memang Matahari Kedua

 Terjemahan bebas Planet X CorrelationThe ZetaTalk Newsletter Issue 386, Sunday February 23, 2014

Hampir setiap hari, foto-foto atau video-video yang menangkap bukti Planet X complex (keseluruhan tubuh Planet X--planet, ekor, dan awan debu) dipublikasikan di blog Pole Shift ning khusus untuk rekaman-rekaman semacam itu. 

Penampakan itu bervariasi, mulai dari tangkapan penampakan Matahari Kedua (Second Sun) yang dramatis kala matahari terbit atau terbenam, hingga Pusaran-Pusaran Bulan sangat terang yang menggerombol di sekeliling Matahari kita, hingga Pusaran-Pusaran Bulan yang dilihat dari samping, seperti tabung-tabung panjang. 

Sering kali ada korelasinya, yaitu bahwa apa yang ditangkap oleh satu orang di satu lokasi ternyata juga tertangkap oleh orang lain di lokasi lain. Ini terjadi awal bulan ini ketika: 
foto-foto matahari terbit yang diambil saat fajar menyingsing pada 7 Feb. 2014
 Dua Matahari (Planet X, aka Nibiru) di Indiana, 2 Feb. 2014 
selaras dengan foto-foto yang diambil oleh Alberto di Itali di siang hari pada 9 Feb. 2014 dengan menggunakan filter untuk sinar berspektrum merah.
Planet X, aka Nibiru, 9 Feb. 2014
Kala itu tidak ada planet-planet lain di dekat matahari  pada waktu-waktu itu. Foto matahari terbit di Indiana menunjukkan sebuah orb terang, yang disebut oleh para alien Zeta sebagai Monster Persona, di kiri matahari, yang sinarnya menyeruak melalui pepohonan di sepanjang cakrawala.
 =======================================================

Lihat juga video "Dua Matahari (Matahari Kedua/Second Sun) yang muncul di India pada 9 Desember 2013 di "nibiru /wormwood /red kachina" : http://www.youtube.com/watch?v=-sC8PrAMYXs




read more "Sekali Lagi, Itu Memang Matahari Kedua"

Tehnik Alberto Dalam Mengabadikan Penampakan Nibiru (Planet X, Planet ke-12)

Terjemahan bebas Alberto’s Technique, The ZetaTalk Newsletter Issue 391, Sunday March 30, 2014

Kemampuan Alberto yang menakjubkan dalam menangkap komponen-komponen Planet X dalam film bercabang dari terapannya terhadap saran para alien Zeta, yang diberikan pada 2003, untuk menyaring sinar yang berspektrum merah. Cara itu bukan sekedar untuk menyaring sinar silau matahari (meskipun penyaringan ini juga penting). 
Menyaring spektrum-spektrum sinar merah akan meningkatkan penyaringan sinar melalui awan debu yang sangat luas dari Planet X, aka Nibiru, yang terdiri dari oksida besi--warna merah darah (itulah yang jatuh menghujani sebelum jarak terdekat Planet X dengan bumi yang dituturkan dalam Kitab Wahyu dan dalam legenda-legenda).
Worlds in Collision, The Red World, by Emanual Velikovsky
One of the first visible signs of this encounter was the reddening of the earth’s surface by a fine dust of rusty pigment.  In sea, lake, and river this pigment gave a bloody coloring to the water.  Because of these particles of ferruginous or other soluble pigment, the world turned red. The Manuscript Quiche of the Mayas tells that in the Western Hemisphere, in the days of a great cataclysm, when the earth quaked and the sun’s motion was interrupted, the water in the rivers turned to blood.  Ipuwer, the Egyptian eyewitness to the catastrophe, wrote his lament on papyrus, “The river is blood”, and this corresponds with the Book of Exodus 7:20: “All the waters that were in the river were turned to blood”.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
ZetaTalk Advice 2001: "Ketika membandingkan Magnitude obyek-obyek yang dapat dilihat dari bumi--niat kami dalam pernyataan kami kepada masyarakat luas pada 1995--kami menganggap semua itu sinar yang dapat dilihat mata telanjang.
Tim IRAS mencari Planet X di awal 1980an dengan infra-red karena mereka paham bahwa spektrumnya hampir eksklusif merah. Kalau peralatan Anda dikalibrasi untuk dimanfaatkan untuk obyek yang hampir eksklusif merah dengan sama baiknya untuk spektrum sinar yang mendominasi cahaya bintang, maka Anda akan melihatnya."
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Baca juga:  
------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alberto adalah seorang astronom amatir, dan menyediakan foto-foto Planet X complex (keseluruhan tubuh Planet X: planet, bulan-bulannya, debu--pen.) yang baru datang pada 2003. [Lihat juga: Penampakan Planet X/Nibiru di Langit: 2003]
Ia menerapkan saran ZetaTalk untuk menyelaraskan kameranya dengan sinar berspektrum merah, dan telah menjadi pakar dunia untuk teknik ini. [Baca: Cara Melihat/Memotret Planet X: Revolusi Filter Merah]
Nibiru (Planet X) Jan & Apr. 2004

Filter merah bisa saja sesuatu yang sesederhana floppy dics lama atau mylar flm yang diselipkan/ditempelkan. Alberto menjelaskan:
"Red filter at momenti is very good and important to operate with brighteness and contrast, but as I told the best filter is to use il sottile materiale brown of the floppy disc. This is the most sure for our sight and our camera smartphone. I use the thin film that you can cut from an old floppy disc, it seem to be film of cobalt droped iron oxide. Easy to do, by closing the lens of the camera and good view. But I use also classic Mylar and orange color. Ciao - Alberto
Seiring dengan mendekatnya Planet X complex, foto-foto Alberto menjadi semakin dramatis. 
Pada 14 Maret 2014, Alberto menangkap sebuah penampakan barisan String of Pearls dari Pusaran-Pusaran Bulan Planet X (Moon Swirls) yang sangat mencengangkan.
String of Pearls dari Pusaran-Pusaran Bulan Planet X (Moon Swirls
14 Maret 2014

Lalu dua hari kemudian, tabung-tabung Pusaran-Pusaran Bulan berganti posisi untuk menunjukkan sebuah garis lonjong ellipsoid dalam awan debu. Salah satu tabung Pusaran Bulan itu dapat dilihat di bagian depan, pada sebuah sudut. 
ellipsoid

16 Maret 2014
 

Para alien Zeta menjelaskan.
ZetaTalk Comment 3/22/2014:
Start of ZetaTalk. Foto-foto Alberto baru-baru ini menampilkan String of Pearls--"Untaian Mutiara" bulan-bulannya Planet X--yang dramatis.
Dua hari kemudian fotonya menampakkan awan berbentuk lonjong yang ganjil dalam ekor Planet X yang sangat luas itu yang melecut ke seluruh wajah matahari. 
Ada apa dengan perubahan itu?
Formasi String of Pearls itu terlihat mata telanjang karena merupakan serangkain tabung-tabung Pusaran Bulan yang berubah arah sedemikian rupa sehingga ujung-ujung belakangnya menghadap ke Bumi.
Bumi menangkap sinar matahari di ujungnya itu yang diarahkan ke matahari, yang memperkuat sinar itu ketika sinar matahari dipantulkan kembali ke bawah tabung itu, dan muncul di ujungnya yang menghadap ke Bumi sebagai sinar terang, terfokus seperti sinar senter.
Ketika dinamika-dinamika dalam ekornya itu berubah sedemikian rupa sehingga formasi Untaian Mutiara itu menunjuk melenceng ke sebelah--tidak lagi ke arah Bumi--maka seluruh debu dan puing-puing antariksa serta bulan-bulan dalam pusaran-pusaran itu menjadi mengelompok yang terlihat dari samping. Demikianlah adanya formasi lonjong itu. End of ZetaTalk
=====================================================

Lihat video penampakan bulan-bulannya Planet X yang diambil dengan filter merah oleh seseorang di akhir Agustus 2013 di http://www.youtube.com/watch?v=TDP9VGAW67U.

Sedangkan penjelasan tentang buku "Worlds in Collision" karya Immanuel Velikovsky dapat dilihat di LINK INI. Untuk video tentang buku tersebut dapat dilihat di : http://www.youtube.com/watch?v=JIWNqM2v8Sk

Baca juga: 

Bulan-Bulannya Planet X (Nibiru)

Pusaran-Pusaran Bulan Planet X/Nibiru Semakin Jelas : Nov.- Des. 2012







read more "Tehnik Alberto Dalam Mengabadikan Penampakan Nibiru (Planet X, Planet ke-12) "

Sabtu, 29 Maret 2014

Tentang Film Noah dan Exodus 2014

Terjemahan bebas Noah and Exodus Movies, The ZetaTalk Newsletter Issue 391, Sunday March30, 2014

Dua buah film yang akan tayang premiere pada 2014 terkait dengan lewatnya Planet X, aka Nibiru, di jarak terdekat dengan Bumi. [Baca juga Tingkat Keparahan Pergeseran Kutub Nanti]
Film Noah dijadwalkan akan dirilis pada April, sedangkan film Exodus pada Desember 2014 nanti.

Menurut para alien Zeta, bahwa kedua film tersebut bertepatan dengan pengumuman (oleh Obama) yang akan mengakui tentang lewatnya Planet X, aka Nibiru, di jarak terdekat dengan Bumi bukanlah kebetulan.
Komentar ZetaTalk 22 Mar. 2014: "Cerita-cerita tentang Nabi Nuh dan Eksodus *(bangsa Yahudi--pen.) adalah kisah-kisah dari Injil, meskipun catatan historis bangsa Mesir (kuno--pen.) dalam Kitab Kolbrin juga memasukkan kisah-kisah itu, dan malahan lebih mendetil dan akurat. Sedangkan Injil telah diubah-ubah, dimana bagian-bagian yang dirasa menghina (penguasa kala itu--pen.) telah dihilangkan, sementara bangsa Mesir (kuno) berpegang pada fakta-fakta. 
Bahwa kedua film itu muncul pada 2014, di tahun ketika pengumuman yang akan mengakui tentang lewatnya Planet X, aka Nibiru, di jarak terdekat dengan Bumi telah diantisipasi, bukanlah kebetulan. Banyak orang telah menjadi curiga bahwa Akhir Jaman telah tiba yang mereka lihat berdasarkan bencana-bencana kekeringan, matinya ikan dan burung-burung, tanda-tanda di langit, dan peningkatan yang dapat dilihat dari pertempuran antara baik dan jahat. 
Injil telah diekspektasi untuk menjadi referensi manual semata oleh banyak orang yang mengikuti rencana pengumuman itu, dan kisah-kisah Nabi Nuh dan Eksodus (Bangsa Yahudi--pen.) adalah contoh-contoh yang jelas sekali mengenai masa-masa lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi. Kitab Wahyu (dari Injil--pen.) juga paralel dengan Kitab Kolbrin dalam penggambaran lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi nanti. 
Di luar profit yang ingin didapat dalam bisnis pembuatan film, para promotor kedua film (yang akan dirrilis--pen.) 2014 ini berharap untuk mengedukasi publik. Nabi Nuh membuat rencana persiapan banjir besar secara praktis dengan membuat sebuah kapal yang bagi keluarga dan ternaknya. Pesan dari film Exodus tersebut adalah bahwa orang-orang yang berhati baik akan diberi asistansi (oleh para alien Pengabdi-Kebaikan, aka malaikat gaib--pen.), sedangkan mereka yang berniat untuk memperbudak orang-orang tidak akan." [Baca juga 
Pengabdi Kebaikan VS Pengabdi Ego]
Laporan Kitab Kolbrin tentang Nabi Nuh agak berbeda dengan laporan Injil, dan lebih logis.
Contohnya, Nabi Nuh tidak menyelamatkan setiap makhluk Bumi, melainkan berfokus pada hewan-hewan domestik yang akan dibutuhkan oleh keluarganya setelah banjir bah surut. Nabi Nuh digambarkan sebagai seorang bangsawan, dengan kekayaan yang cukup untuk membangun Bahtera itu. [Baca juga Bahtera/Kapal Nabi Nuh]
Kitab Kolbrin menggambarkan tentang Banjir Bah di halaman 128. [Baca juga Banjir Bah Era Nabi Nuh] 
Keterhuyungan Bumi yang mendahului Pergeseran Kutub jelas-jelas digambarkan di sana. [Baca juga Kitab Kolbrin dan Kitab Hanokh]
They had knowledge of … signs and omens, the secrets of the seasons, of the moon and the coming of the waters. ... there were wise men filled with the inner wisdom, who read The Book of Heaven with understanding and knew the signs. …  
Then the day came when The Lady of the Night changed her garment for one of a different hue, and her form swept more swiftly across the skies. Her tresses streamed out behind in gold and copper, and she rode in a chariot of fire. … the hour of trial draws nigh. … 
It has been told to me in a dream that the ship should be built against the mountains, and the sea will come up to me. … The lowermost was for the beasts and cattle and their provender, and it was laid over with sand from the river. The middle one was for birds and fowls, for plants of every kind that are good for man and beast, and the uppermost one was for the people. … cisterns for water and storehouses for food … the ship was without mast or oars. There were no poles and no openings, except for a hatch beneath the eaves above whereby all things entered. Into the great ship they carried the seed of all living things; grain was laid up in baskets and many cattle and sheep were slain for meat which was smoked by fire. They also took all kinds of beasts of the field and wild beasts, birds and fowls, all things that crawl. They said to the mockers, "Have your hour, for ours will surely come". 
Then, with the dawning, men saw an awesome sight. There, riding on a great black rolling cloud came the Destroyer, newly released from the confines of the sky vaults, and she raged about the Heavens, for it was her day of judgement. The beast with her opened its mouth and belched froth fire and hot stones and a vile smoke. It covered the whole sky above and the meeting place of Earth and Heaven could no longer be seen. In the evening the places of the stars were changed, they rolled across the sky to new stations, then the floodwaters came. … The floodgates of Heaven were opened and the foundations of Earth were broken apart. The surrounding waters poured over the land and broke upon the mountains. … storms and whirlwinds were loosed. … There was a time of great heat, then came a time of bitter cold. The waves over the waters did not rise and fall but seethed and swirled. … The stars in the Heavens were loosened from their places, so they dashed about in confusion. There was a revolt on high, a new ruler appeared there and swept across the sky in majesty. … 
The Destroyer passed away into the fastness of Heaven and the great flood remained seven days, diminishing day by day as the waters drained away to their places.
Penggambaran ZetaTalk 15 Agt. 1995: Resah, dan teramat sangat Mengabdi-Kebaikan, [Nuh] melakukan Panggilan, lalu mendapat kunjungan-kunjungan dari sesosok Ruh Pembimbing yang meresponnya. (Dan) Ia sungguh membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan hewan-hewan peliharaannya. Kisah Nabi Nuh telah dibuat romantis (oleh manusia--pen.) dengan dimasukkannya seluruh hewan di Bumi, yang mana tidak perlu banyak logika untuk mengenyahkan (kisah tambahan--pen.) itu: Seberapa besar kapalnya itu? Meskipun ombak itu besar, ombak itu tidak menutupi seluruh Bumi. Bagaimana bisa?"  [Baca juga Bahtera/Kapal Nabi Nuh]
 

Kalau Injil menciptakan setting kisah Eksodus sebagai sebuah pertempuran antara orang-orang Yahudi yang beriman dengan Firaun yang jahat, para alien Zeta menggambarkan Nabi Musa sebagai seorang oportunis yang memanfaatkan lewatnya Nibiru di jarak terdekat dengan Bumi untuk meloloskan diri dengan menyeberangi Laut Merah, meskipun (dalam hal ini) Nabi Musa mendapat asistansi (dari para alien Pengabdi-Kebaikan, aka malaikat gaib--pen.). [Baca juga Tentang Nabi Musa dan Ajaran Emas Yesus]
Kitab Kolbrin menggambarkan Eksodus di halaman 641. [Baca juga Kolbrin : Hari-Hari Gelap]
The dark days began with the last visitation of the Destroyer and they were foretold by strange omens in the skies. All men were silent and went about with pale faces. Fear walked the land and woman became barren with terror, they could not conceive, and those with child aborted. The days of stillness were followed by a time when the noise of trumpeting and shrilling was heard in the Heavens, and the people became as frightened beasts without a headsman. … The dead were no longer sacred and were thrown into the waters. He who grew no grain now owned a storehouse full. Cattle were left unattended to roam into strange pastures, and men ignored their marks and slew the beasts of their neighbours. No man owned anything. The public records were cast forth and destroyed, and no man knew who were slaves and who were masters. … Plague was throughout the land, the river was bloody and blood was everywhere. Those who did drink from the river vomited it up. The dust tore wounds in the skin of man and beast. 
The Doomshape, called the Destroyer, in Egypt, was seen in all the lands, thereabouts. In color, it was bright and fiery, in appearance changing and unstable. It twisted about itself like a coil … It was not a great comet or a loosened star, being more like a fiery body of flame. Its movements on high were slow, below it swirled in the manner of smoke and it remained close to the sun, whose face it hid. There was a bloody redness about it, which changed as it passed along its course. It caused death and destruction in its rising and setting. It swept the Earth with grey cinder rain and caused many plagues, hunger and other evils. It bit the skin of men and beast until they became mottled with sores. In the glow of the Destroyer the Earth was filled with redness. The face of the land was battered and devastated by a hail of stones which smashed down all that stood in the path of the torrent. They swept down in hot showers, and strange flowing fire ran along the ground in their wake. The fish of the river died; worms, insects and reptiles sprang up from the Earth. The gloom of a long night spread a dark mantle of blackness which extinguished every ray of light. None knew when it was day and when it was night, for the sun cast no shadow. The darkness was not the clean blackness of night, but a thick darkness in which the breath of men was stopped in their throats. Men gasped in a hot cloud of vapour which enveloped all the land and snuffed out all lamps and fires. … Ships were sucked away from their moorings and destroyed in great whirlpools. It was a time of undoing.
 

Wawasan ZetaTalk 15 Nov. 1996: "Lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi paling baik diingat di masa eksodus bangsa Yahudi dari Mesir, namun apa yang tidak diketahui benar adalah alasan eksodus itu. [Baca juga Era Pergeseran Kutub, Siklus 3600an Tahun, Kini Tiba]
Eksodus bangsa Yahudi tidak terjadi karena grup besar ini telah memutuskan untuk berjalan-jalan suatu hari, mengantisipasi hukuman yang tidak lebih buruk dari cambukan akibat ketahuan seandainya mereka diketemukan. Eksodus itu terjadi karena para tuan mereka begitu kepayahan dan dipusingkan oleh masalah-masalah yang begitu parah sampai-sampai sepenuhnya mengalihkan perhatian dari budak-budak mereka. 
Apakah masalah-masalah itu karena sungai Nil yang kebanjiran atau wabah belalang atau bahkan ada perayaan dimana semua orang mabuk?
Tidak ada situasi normal dalam masyarakat Mesir kala itu yang akan telah menciptakan sebuah situasi dimana bangsa Yahudi dapat pergi, secara masal, maupun sebuah situasi dimana orang-orang itu memiliki keberanian untuk pergi. Mereka pergi karena lewatnya Planet X di jarak terdekat memberi kesan pertama dalam bentuk malam yang panjang lalu aktifitas-aktifitas mengerikan berupa gempa-gempa serta erupsi-erupsi vulkanik di gunung-gunung api dekat sana.
Chaos-pun merajalela, jenis chaos tepat seperti itulah yang ditakuti oleh pemerintah di seluruh dunia akan terjadi dalam waktu dekat.
(Di jaman itu--pen.) para penjaga meninggalkan pos-pos mereka, dan para pembantu rumah tangga mencuri barang-barang tuan-tuan mereka serta menyelinap pergi di malam yang sepertinya tanpa akhir. Para penguasa terpaku dalam kekhawatiran dan membahas sendiri di kalangan mereka tentang bagaimana mereka dapat menenangkan para dewa. Para elit militer, yang terbiasa memiliki kendali total serta tidak menolerir adanya tentangan-tentangan terhadap perintah-perintah mereka, bereaksi terhadap chaos itu dengan mencoba menegakkan kenbali peraturan. Para tentara yang histeris tak mampu sungguh-sunguh memahamin apa yang sedang terjadi kepada mereka, dan tidak berselera untuk menenangkan para atasan mereka, sehingga militerpun mengalami pertempuran internal selama beberapa waktu. [Baca juga Pasca: Ketika Kekuatan Hukum dan Militer Lenyap]
Barulah, ketika rotasi Bumi kembali berputar, para penguasa Militer dan para pemimpin militer mampu mendapatkan kembali kendali atas pasukan mereka. Namun menjelang momen ini, sebagaimana yang telah dikisahkan dengan baik oleh sejarah, eksodus bangsa Yahudi merupakan kesuksesan!" 
----------------------






read more "Tentang Film Noah dan Exodus 2014"

Selasa, 25 Maret 2014

Tentang Kristal-Kristal Air Masaru Emoto

Sumber: ZetaTalk Chat Q&A for January 26, 2014

Eksperimen Dr.Masaru Emoto dengan air yang menghasilkan kristal-kristal air yang berubah bentuk sesuai kata-kata yang diucapkan atau musik yang diperdengarkan pada air telah membuat dunia kagum akan kehebatan air dan kekuatan hati/pikiran. Hasil eksperimennya menunjukkan bahwa kristal-kristal air menjadi berbentuk indah ketika diberi ucapan seperti "damai" atau "cinta", misalnya, namun menjadi buruk dengan kata-kata seperti "kamu jelek".


Hal ini, menurut Emoto, mendemonstrasikan pengaruh perasaan orang atau musik pada air. Ia menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.
Masaru Emoto: Masaru Emoto adalah seorang seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 yang melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,
Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto kristal air terdapat di dalam buku Message from Water (Pesan dari Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut. http://id.wikipedia.org/wiki/Masaru_Emoto
Apabila emosi, atau perasaan, berpengaruh pada kristalisasi air, bagaimana dengan kertas, yang notabene tidak beremosi, bertuliskan kata-kata tertentu yang dicelupkan ke air? Apa penjelasan para alien Zeta mengenai seluruh fenomena ini?

Penjelasan ZetaTalk, terjemah bebas ZetaTalk Jan. 26, 2014:

Meskipun manusia menganggap pikiran dan emosi ada di dalam tubuh--gelombang-gelombang otak atau hormon-hormon atau ketegangan pada otot-otot--dunia di sekeliling tubuh manusia sangat menyadari perubahan-perubahan pada tingkat subatom.
Apalagi yang disebut telepati kalau bukan gelombang-gelombang otak yang ditransmisikan, oleh suatu media, kepada yang lainnya? [Baca: Tentang Penerawangan (Dan Telepati)]
Masaru Emoto dengan cerdasnya menangkap hasil-hasil gelombang-gelombang otak semacam itu, beserta muatan emosional yang mengiringinya, pada air di dekatnya.
Bukanlah air yang mencerminkan kata-kata itu maupun irama ataupun musik, yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa air mencerminkan hubungan antara emosi dengan pikiran manusia di dekatnya."
What is The Photograph of Frozen Water Crsytals? http://www.masaru-emoto.net/english/water-crystal.html  It was 1994 when the idea to freeze water and observe it with microscope came upon me. With this method, I was convinced that I should be able to see something like snow crystals. After two months of trial and error, this idea bore fruit. The beautifully shining hexagonal crystals were created from the invisible world. My staff at the laboratory and I were absorbed in it and began to do many researches. 
At first, we strenuously observed crystals of tap water, river water, and lake water. From the tap water we could not get any beautiful crystals. We could not get any beautiful ones from rivers and lakes near big cities, either. However, from the water from rivers and lakes where water is kept pristine from development, we could observe beautiful crystals with each one having its own uniqueness. 
The observation was done in various ways: Observe the crystal of frozen water after showing letters to water, Showing pictures to water, Playing music to water. Praying to water. In all of these experiments, distilled water for hospital usage produced by the same company was used. Since it is distilled twice, it can be said that it is pure water.


read more "Tentang Kristal-Kristal Air Masaru Emoto"

Minggu, 23 Maret 2014

Antara Tahap 7 Maret 2014 dan Minggu-Minggu Terakhir (Tahap 9)



Baca juga: 


Sumber: ZetaTalk Chat Q&A for March 22, 2014

Para alien Zeta telah memberi tahu kita bahwa reaksi-reaksi publik terhadap pengumuman Obama nanti akan luar biasa tenang--mereka akan terus pergi kerja, membayar tagihan-tagihan, dan anak-anak mereka tetap pergi ke sekolah--karena mayoritas orang tidak memiliki uang untuk pindah.
ZetaTalk 16 Sept. 2012: Hasil akhirnya akanlah rakyat yang terguncang yang merenungkan masa depan yang tiba-tiba telah berkembang dengan jalan-jalan yang lebih maju ketimbang sebelumnya.
Orang-orang berpengaruh yang membahasnya di TV akan tak ada habisnya membicarakan kemungkinan hasil-hasilnya. Agama-agama akan dapati gereja-gereja dan mesjid-mesjid terisi penuh, dengan doa-doa memohon keselamatan yang terucap dari bibir orang-orang beriman. Para kepala rumah tangga yang serius dan bertanggung jawab akan membuat rencana-rencana, dan, kalau keselamatan tak memungkinkan sehingga hanya ada kemungkinan kematian atau kelaparan, maka, seperti yang telah kami prediksikan, mereka akan mempersiapkannya dengan cara-cara yang mencerminkan orientasi spiritual dan kematangan mereka. [Baca: Absurdnya Kekhawatiran Elit Tentang Reaksi Masyarakat Terhadap Pengumuman Tentang Planet X Nanti]
Nah, apabila keterhuyungan bumi yang akan semakin parah selama Minggu-Minggu Terakhir akan menimbulkan gelombang-gelombang pasang tinggi, 200-300 kaki, di seluruh pantai di dunia, tidakkah setengah populasi dunia yang tinggal di pesisir-pesisir akan mati menuju masa itu nantinya? [Baca juga: Pesisir Mana Saja Yang Tidak Akan Lagi Dapat Ditinggali?]
UN Atlas: 44 percent of us live in coastal areas, January 31, 2010: About 44 percent of the world’s population lives within 150 kilometres of the sea. This interesting research result (http://www.oceansatlas.org/servlet/CDSServlet?status=ND0xODc3JjY9ZW4mMzM9KiYzNz1rb3M~) from the UN Atlas of the Oceans is perhaps worth repeating as it, in a few words, justifies the need for integrated coastal management, i.e. that kind of management of natural resources and their uses which puts a lot of emphasis on cooperation, coordination and multiple use of resources. With such a high percentage of people within a narrow coastal zone, the traditional one-eyed sectoral approaches, which favour exclusive uses, are likely to fail. Coastal cities are usually important ports, which provide access to and from the interior through a major river. In addition, they are hot spots of fisheries providing us with animal protein, and ocean-related recreation, which is rapidly growing. Furthermore, most of the world´s megacities with more than 2,5 million inhabitants are in the coastal area. http://coastalchallenges.com/2010/01/31/un-atlas-60-of-us-live-in-the-coastal-areas/
Bagi orang-orang yang berkesempatan untuk bertahan hidup atau memiliki kesempatan di saat-saat teakhir untuk membuat keputusan spiritual hingga hari terakhir, apa saja tanda-tanda yang mengawali sebelum terjadi perubahan-perubahan Bumi di awal skenario Tahap 9 (Minggu-Minggu Terakhir)? (Dengan kata lain,) dari mana kita akan tahu bahwa Minggu-Minggu Terakhir sedang mendatangi sehingga kita akan tahu kapan saatnya untuk lari ke pegunungan? 
Penjelasan ZetaTalk, terjemahan bebas Chat Q&A for March 22, 2014:

Banyak orang yang mencemaskan tersalipnya Tahap 7 oleh Tahap 8 dari 10 tahapan (menuju Pergeseran Kutub--pen.). Mereka takut kalau-kalau Tahap 8 akan segera berakhir dan Minggu-Minggu Terakhir dimulai dengan sedikit peringatan saja.
Kami selama in selalu menyatakan bahwa Tahap 8 akan menjadi sebuah fase yang panjang, dimana Tahap 7 telah diekspektasi akan terjadi dengan sangat cepatnya. 
Kami tidak akan dapat dipaksa untuk menjelaskan secara panjang lebar maupun memberi gambaran komprehensif mengenai apa yang dapat diekspektasi oleh umat manusia selama Tahap 8 oleh kecemasan manusia yang menginginkan adanya timeline untuk rencana-rencana pribadi mereka.
Permianan-permainan yang sedang dimainkan dengan para elit, yang akan memperbudak manusia, jauh lebih penting. [Baca juga: Apa Selanjutnya Agar Rakyat Melek?]
Bahwa Minggu-Minggu Terakhir tidak akan segera dimulai sudah jelas dari sedekar fakta bahwa pergerakan-pergerakan lempeng Tahap 7 belum lagi komplit!


Baca juga: 
Gempa Akhir Tahap 7 dan Tahap 8
Tentang Rencana Pengumuman Planet X Oleh Obama






read more "Antara Tahap 7 Maret 2014 dan Minggu-Minggu Terakhir (Tahap 9) "