Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Tabuhan Genderang Nibiru Oleh Media-Media Massa Mainstream

 on Jumat, 19 September 2014  

Nibiru, aka Planet X, yang tubuhnya tak jarang muncul sebagai matahari kedua di seluruh dunia karena mengiringi muncul atau tenggelamnya matahari kita, telah dijelaskan oleh para alien Zeta mengorbit kedua mataharinya (yang juga diberi istilah matahari biner). 
Keberadaan Planet X dengan segala misteri hakekat komposisi dan prilaku tubuhnya itu cukup memberi tamparan kepada para pakar astronom dan astrofisika. Mereka, menurut para alien Zeta, enggan mengakui keberadaan Planet X yang telah melenceng dari segala ilmu yang dimiliki manusia. 
Dengan pengumuman Obama tentang kedatangan planet ini, yang masih terus dilakukan perencanaannya, media-media massa--karena, dengan satu atau lain cara, telah mendapat bocoran kemungkinan itu--sudah beberapa tahun terakhir ini turut memberi kisikan-kisikan kepada masyarakat dunia tentang kedatangan Planet yang serba aneh dan berada di luar nalar manusia itu. [Baca juga: Kisikan Media Massa Mainstream]
 

Diharapkan bahwa kalangan awam tidak akan terlalu kaget ketika mendekatnya Planet X diumumkan oleh Obama nanti bila tidak ada halangan, karena telah mendengar setidaknya satu atau dua hal tentang sifat khas Planet X melalui penjabaran 'planet-planet' lain, yaitu  tidak bergerak layaknya orbit planet yang selama ini dikenal manusia. 

Orbit Planet X, aka Nibiru

Berikut laporan ZetaTalk lagi mengenai kisikan-kisikan media massa mainstream itu.


Terjemahan bebas dari Nibiru Drum Roll, The ZetaTalk Newsletter Issue 382, Sunday January 26, 2014

Menuju ke pengumuman (dari Obama) yang akan mengakui kehadiran Nibiru, aka Planet X, yang sudah dekat, pada dasarnya telah terdengar tabuhan genderangnya dalam berita-berita yang mengulas tentang temuan terbaru atas planet-planet yang berkeliaran, atau planet-planet dengan orbit-orbit ganjil yang jauh dari matahari-matahari mereka, atau bintang-bintang tak bersinar dalam formasi-formasi biner, atau planet-planet yang mengorbit bintang-bintang tak bersinar. Tingkat kecepatannya terus meningkat! 
Hal ini terakhir diulas dalam newsletter Issue 370, pada 3 Nov. 2013, ketika planet-planet rogue atau yang berkeliaran sedang dibahas. [Baca juga: Gerak Orbit Planet X/Nibiru, Lonely Planet, dan Ilmuwan Bumi]
[Pengumuman Temuan Planet PSO J318.5-22]
Para astronom mengumumkan penemuan atas PSO J318.5-22 yang serupa dengan Nibiru untuk beberapa hal. 
Warnanya merah (Nibirupun diselubungi oleh debu merah) dan sedang mengorbit sebuah brown dwarf (Titik fokus kedua--aka matahari--Nibiru pun sebuah brown dwarf), meskipun PSO J318.5-22 dilaporkan lebih besar dari pada Yupiter (dan Nibiru lebih mendekati Bumi dalam hal ukuran). 
Lonely, Young Planet Drifting in Space without a Star, October 10, 2013:  The planet, which has only six times the mass of Jupiter, was identified by its faint and unique heat signature. The astronomers were actually searching for failed stars known as brown dwarfs when they came across PSO J318.5-22, which stood out because of its red color. http://www.cnn.com/2013/10/10/tech/space-new-planet/index.html
Nearby Failed Stars May Harbor Planet, December 16, 2013: Failed stars are known as brown dwarfs and have a mass below 8% of the mass of the Sun—not massive enough to burn hydrogen in their centers. http://carnegiescience.edu/news/nearby_failed_stars_may_harbor_planet

[Berikut penjelasan para alien Zeta via ZetaTalk]  

ZetaTalk Sol’s Binary 10/15/1995: "Titik fokus kedua Planet X ini tidak dapat ditemukan oleh para astronom Anda karena gelap, tidak bercahaya, dan kebetulan tidak menghalangi pandangan terhadap apa yang menjadi minat astronom. [Baca: Planet X dan Kembaran Gelap Matahari Kita]
Meskipun ukuran dan massanya setara, benda itu berbeda secara samar, dan tidak berpotensi akan mengeluarkan sinar dalam kondisi-kondisinya sekarang ini di bagian alam semesta Anda ini. Ia tidak memiliki planet berukuran berapapun yang dapat disebut-sebut, meskipun diorbiti oleh banyak sampah antariksa.
Kalau-kalau orang mau mencarinya, lokasinya berada di sudut 11 derajat di luar ruang orbit Bumi terhadap matahari, di arah yang sama dengan yang telah kami berikan atas mendekatnya Planete X.
Tubuhnya tidak bergelimangan cahaya, serta tidak melepas radiasi apapun yang dapat terdeteksi perangkat manusia apapun, Anda tidak akan dapat menemukannya, namun bukan berarti benda itu tidak ada di sana.
Apakah Anda, seperti anak kecil yang menutup matanya, mengira bahwa, kalau Anda tidak dapat melihat sesuatu, maka sesuatu itu tidak ada?"
ZetaTalk Nibiru Red Appearance 2001:  
"Apabila Planet X pada utamanya merupakan planet air, lalu mengapa ia tampak menjadi planet merah, seperti Mars, yang pada dasarnya tak ada air di permukaannya? Mengapa ia tidak seperti Bumi, yang berupa planet biru?
Penjelasannya terletak pada sampah-sampah  antariksa yang telah dipulung oleh Planet X. Planet X dan bulan-bulannya memiliki kesempatan untuk 'memulung' sampah antariksa, dan, oleh karena merupakan planet magnetik, Planet X pada utamanya menjadi tarikan bagi debu besi.
Lalu mengapa debu ini tidak mengendap di atmosfer Planet X, yang kemudian terbawa melayang turun ke lautan sehingga berhenti menjadi awan yang memberi penampakan kemerahan pada Planet X?
Seandainya lingkungannya statis, maka pada akhirnya itulah nanti yang akan terjadi, namun Planet X tidaklah statis, ia terus-menerus bergerak. Awan debu itu berada jauh di luar apa yang akan disebut sebagai atmosfer Planet X, sehingga selama lewatnya pada jarak terdekat (dengan Bumi) melalui tata surya ini, debu itu mengekor di belakang Planet X, menjadi ekor debu merah yang panjang--besi yang teroksidasi--yang mana, selama lewatnya di jarak terdekat dengan Bumi, ketika Bumi terkungkung di dalam ekor itu, debu itu menyebabkan sungai-sungai dan danau-danau, untuk sementara waktu, berubah warna menjadi merah dan terasa pahit." [Baca juga: Ekor Planet X, Sang Komet Raksasa]
[Pengumuman Temuan Planet HD106906b]
Lalu muncul pengumuman lain tentang planet HD106906b, sebuah planet yang memiliki orbit yang luar biasa panjangnya, yang menempatkannya sangat jauh dari mataharinya, 650 kali lebih jauh dari jarak antara Bumi dengan mataharinya. 

Giant Alien World Discovered where it Should Not Exist, December 5, 2013: A massive planet found orbiting a star at a staggeringly great distance is smashing some long-held theories of planetary formation. The planet, according to a study published in the Astrophysical Journal Letters, is unlike anything in our own solar system. Eleven times more massive than Jupiter, planet HD 106906 b orbits a single sun-like star at a distance of 60 billion miles - about 650 times the distance Earth is from our own sun. http://www.latimes.com/science/sciencenow/la-sci-sn-gigantic-alien-planet
[Mirip, Bukan?]
Seberapa miripnya ini dengan Nibiru? 
Nibiru memiliki orbit ganjil yang menyebabkannya mengayun di antara kedua titik fokusnya (kedua mataharinya--pen.), yang mana, menurut para alien Zeta, jaraknya 18.74 kalinya jarak antara Matahari kita dan Pluto. 
Sekali lagi, planet yang jauh dari mataharinya ini digambarkan berukuran sangat besar, 11 kali lebih masif dari pada Yupiter. [Baca juga: Planet X, aka Planet Ke-12 (Nibiru): Jarak dari Bumi dan Gerak Orbit ]

ZetaTalk Sling Orbit 2001: "Matahari biner yang tidak bersinar ini berada sekitar 18,74 kali jarak antara Matahari Anda dengan Pluto, pada sebuah sudut 11 derajat dari ekliptik (ruang edar bumi terhadap matahari--pen.), di arah konstelasi Orion.
Meskipun berada lebih jauh, dua kali lipat jaraknya, dari tempat dimana Planet X sedang ada saat ini, planet tersebut merupakan raksasa gravitasi, dan, dengan demikian, di antara kedua (matahari) biner itu, Planet X terperangkap dalam orbit yang teramat sangat lonjong.
Orbit itu tidak sesuai dengan teori-teori ilmu astrofisika manusia, dan, dengan demikian, tidak dapat dijabarkan melalui matematika yang digunakan manusia untuk menggambarkan prilaku komet maupun orbit." [Baca juga: Lokasi Planet X/Nibiru di Ruang Angkasa : Desember 2012]

Kini ada berita yang mempublikasikan sebuah teori bahwa bintang-bintang redup - dwarf-dwarf merah - boleh jadi memiliki "Bumi-Bumi super (super Earths)" yang mengorbit mereka yang dapat mendukung kehidupan. Benda-benda itu adalah apa yang diberi istilah planet-planet air, dan diduga 40% dari dwarf-dwarf merah memiliki planet-planet semacam itu yang mengorbit mereka. 
Artikel berikut mengutip seorang ilmuwan Skotlandia yang menekankan bahwa "Bumi-Bumi super" ini berukuran 1 hingga 10 kalinya Bumi (Nibiru berukuran 4 kalinya diameter Bumi).
Could Super-Earths Contain Alien Life? January 13, 2014 Massive alien worlds, known as ‘super-Earths’, could be more like our own planet than first thought. Super-Earths are giant planets that have between one and 10 times the mass of our world. About 40 per cent of all red dwarf stars – the most common stars in our galaxy - have a super-Earth orbiting in the habitable zone where liquid water can exist on the surface of the planet.  Last week, researchers in Scotland said that Earth-sized planets can support life at least ten times further away from stars than previously thought. http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2538549/Could-super-Earths-climate
Perhatikan dalam tafsiran sang seniman (dalam gambarnya di bawah ini--pen.): Bumi super ditampilkan terselubung debu merah! Apakah kita sedang diperkenalkan pada Nibiru, sedikit demi sedikit, jauh sebelum pengumuman (dari Obama) itu?  [Baca juga: Scooby Doo Memimpin Anak-Anak Ke ZetaTalk/Nancy Lieder


Planet X (Nibiru) digambarkan oleh para alien Zeta sebagai, utamanya, planet air, yang meskipun memiliki daratan di atas perairan lautnya. Para alien Zeta menyebutnya sebuah brown dwarf yang membara (menyala-nyala), karena juga memancarkan cahaya dan panas dari inti planetnya. 
Ini jangan disalahartikan dengan terminologi manusia yang menyebut sebuah matahari tak bercahaya sebagai brown dwarf. Bicara dalam istilah manusia, orbit mengayun Planet X membawanya melewati Matahari kita dan matahari keduanya, yang dalam terminologi manusia merupakan matahari tak bercahaya, sebuah brown dwarf.
Planet X adalah planet, beroperasi layaknya planet, meskipun menyala-nyala dengan cahaya dan api. Keduanya dapat masuk ke dalam gambaran manusia atas brown dwarf, meskipun Planet X beroperasi seperti planet.    
ZetaTalk Nibiru a Hybrid 2001:
"Tidak mungkinkah bahwa ada sesuatu di luar sana yang tidak Anda amati? 
Suatu komposisi sebuah planet yang cukup tidak diketemukan di tata surya Anda, sebagaimana yang Anda ketahui selama ini?

Anda mengoperasikan pembakaran lambat di pembangkit-pembangkit tenaga nuklir Anda, yang mana, kalau tidak demikian, itu akan menjadi pembakaran cepat yang akan menjadi ledakan nuklir ketika tidak dipasang mekanisme pengereman. 
[Jadi] Apakah benar-benar tidak mungkin kalau ada matahari-matahari yang memiliki kompisi campuran? Bahwa ada pembakaran lambat? Bahwa sebuah planet [dapat] memiliki suatu komposisi matahari sekaligus komposisi dari planet solid?
(Bagi Anda) pendek kata, itu tidak mungkin.
Dan, karena Anda tidak mengamatinya, maka sesuatu itu tidak ada?"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

ZetaTalk Nibiru Unusual 7/15/1995: 
Start of ZetaTalk  "Planet X memiliki panas maupun cahaya, yang dihasilkan dari dalam intinya. Kehidupan di Planet X mengalami siang terus-menerus. Kehidupan yang ada di sana tidak ada tidur, melainkan istirahat.
Cahayanya tersebar ke seluruh atmosfernya, lalu kembali ke permukaan daratan, namun muncul dari intinya untuk berinteraksi dengan atmosfer hanya melalui permukaan lautan-lautan yang dalam, yang menutupi sebagian besar permukaan planet itu.
Cahayanya terlepas dari intinya di tempat dimana pada dasarnya terjadi aktifitas vulkanik di bawah laut. Tentu saja ini juga terjadi ketika ada aktifitas vulkanik di permukaan daratan planet itu, namun ada sedikit saja permukaan daratan, dan sudah sejak jaman dahulu mengeras."[Baca bahasan "Tidak Tidur" dalam Annunaki, Para "Dewa" Yang Tidak Tidur]
Penekanan (dalam berita yang dipublikasikan--pen.) (pada keberadaan) air (di planet-planet rogue--pen.) akhir-akhir ini juga ada kesamaannya dengan Nibiru.
Dalam perbandingan antara air dan daratan, Nibiru memiliki lebih banyak air dari pada perbandingan antara air dan daratan di Bumi. End of ZetaTalk
Kepler-62f: A Possible Water World, January 02, 2014 Kepler-62f is a remarkably Earth-like planet about 1,200 light-years from our planet. The world is only 1.4 times bigger than Earth and is in orbit around a star that is somewhat dimmer and smaller than the sun. It orbits in what is believed to be the habitable region of its star. The planet was announced in 2013 as part of a larger bonanza of seven exoplanets announced around the stars Kepler-62 and Kepler-69. http://www.space.com/24142-kepler-62f.html
Kepler-69c: Earth-Size Planet in Star's Habitable Zone, January 06, 2014 Hailed as the most Earth-like alien planet when it was discovered, Kepler-69c (also known as KOI-172.02) is an exoplanet about 2,700 light-years from Earth. Its radius is about 1.5 times that of Earth's, which puts it in the "super-Earth" classification of alien planets — those that are about two to 10 times the size of Earth. Researchers are especially intrigued because the planet orbits in the habitable zone of its star, which is just slightly smaller than that of Earth's sun. While the possible presence of water is not a guarantee of life, it does show that life-friendly environments are possible for planets that are about the same size as that of Earth. http://www.space.com/24172-kepler-69c.html





Tabuhan Genderang Nibiru Oleh Media-Media Massa Mainstream 4.5 5 Nirata Jumat, 19 September 2014 Nibiru, aka Planet X, yang tubuhnya tak jarang muncul sebagai matahari kedua di seluruh dunia karena...