Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Pertempuran Satelit: UrtheCast Sukses, Telekom-3, Glonass, Phobos Gagal

 on Jumat, 23 Januari 2015  

Ada otak jenius tertentu sehingga satelit-satelit dapat dihasilkan dan dikirim. Satelit-satelitpun diluncurkan. Satelit-satelit pun gagal--mogok, jatuh, terbakar, hangus 'sebelum berkembang,' atau hilang. Dan ini sebenarnya untuk alasan-alasan spesifik. Yang berhasil adalah karena alasan-alasan spesifik pula. Dewan Alam Semesta Ini sedang beraksi.
Para elit dunia, beserta para kroninya di kalangan pejabat tinggi, di balik peluncuran-peluncuran itu sudah tahu kisah ini. Dewan Alam Semesta Ini turut andil dalam penyuksesan maupun penggagalan peluncuran satelit-satelit buatan manusia. 
Kalau misi peluncuran satelit itu baik bagi kepentingan umum, maka kesuksesannya boleh diekspektasi. Tapi, apabila misinya sebaliknya, maka kegagalan peluncuran atau penerbangan satelit--akibat mogok/rusak, hilang, atau bahkan gosong ditembak--akan menjadi keniscayaan.
Berikut para alien Zeta mengomentari peluncuran satelit Urthecast, milik Rusia, pada 2013. ZetaTalk 30 Nov. 2013, terjemahan bebas:
"Akankah satelit yang disponsori oleh Rusia ini diijinkan untuk naik ke ruang angkasa tanpa intervensi alien? [Baca: Intervensi Dewan Alam Semesta Ini Dalam Tabrakan Antarplanet]
Sudah dua kali di tahun-tahun terakhir ini Dewan Alam Semesta Ini mengotorisasi sabotase, karena ada niat mereka [para elit di balik peluncuran-peluncuran itu--pen] untuk menelusuri jejak para migran yang terendam banjir ketika mereka mendekati teritori Rusia selama Minggu-Minggu Terakhir dan di masa Aftertime [Pasca Pergeseran Kutub], maka [Rusia merasa] lebih baik mengebom mereka sebelum mereka membuat masalah bagi negeri Rusia.
Pada 2011 satelit komunikasi Telekom-3 digagalkan saat lift-off dan, pada 2013, satelit Glonass GPS menyala terbakar secara dramatis saat liftoff."
Berikut laporan lebih lanjut mengenai keberhasilan dan kegagalan satelit-satelit tersebut.

Terjemahan bebas Satelite Battles, The ZetaTalk Newsletter Issue 378, Sunday December 29, 2013
Apakah Dewan Alam Semesta Ini sedang bertempur melawan Rusia, China, dan Brazil, untuk mencegah peluncuran satelit pengamat Bumi yang akan dipergunakan untuk keuntungan para elit? Sepertinya demikian.
Pada 2011, satelit telekomunikasi Rusia Telekom-3 digagalkan saat lift-off dan pada 2013 satelit Rusia Glonass GPS menyala terbakar dengan dramatis saat lift-off
Menurut para alien Zeta, ini adalah sebuah pesan dari Dewan Alam Semesta Ini.

ZetaTalk Comment 7/6/2013: "Bukan kali pertamanya satelit-satelit Rusia dilumpuhkan saat peluncuran--sebuah peringatan jelas bagi pihak penguasa Rusia untuk berhenti sama sekali. Maksud-maksud yang mereka nyatakan sama sekali bukan niat-niat mereka sesunguhnya, yakni memata-matai para migran yang terendam banjir yang akan menuju ke teritori Rusia di masa mendatang.

Orang-orang Rusia itu bukannya ceroboh, mereka malahan adalah jenius-jenius di bidang teknologi--telah meluncurkan Sputnik jauh sebelum AS dalam 'balapan ke ruang angkasa'. 

Selama banjir parah yang akan terjadi selama Minggu-Minggu Terakhir dan Pergeseran Kutub, mengebom orang-orang kepayahan yang ingin lari itu adalah penyalahgunaan kekuasaan." [Baca: Minggu-Minggu Terakhir dan Pergeseran Kutub]

[Kesuksesan Satelit UrtheCast]
Akan tetapi satelit UrtheCast diperkenankan meluncur, dengan sukses. Menurut para alien Zeta, [hasil pantauan] UrtheCast tersedia bagi rakyat jelata dan para elit, dan, dengan demikian, diperkenakan [oleh Dewan Alam Semesta Ini--pen.]
Watch Earth Spin From Your Browser, November 25, 2013 http://news.discovery.com/earth/watch-earth-spin-from-your-browser For free, Internet users will log on to UrtheCast.com anytime to see the beauty of the big blue ball we live on. The crisp resolution will let them see not only the Earth -- with all the accompanying weather patterns and seasonal changes -- but moving vehicles, large crowds, boats and buildings. UrtheCast will share the data with their Russian partners, who in the meantime get a payload of positive publicity for their space program.
ZetaTalk Comment 11/3/2013: "Setelah diperingatkan bahwa akses [via satelit---pen.] yang semata-mata untuk elit dan hanya untuk elit tidak akan diperkenankan sukses, orang-orang Rusia itupun membuat rencana cadangan. 
Mereka akan memasang [perangkat] di ISS untuk [menangkap] pemandangan di Bumi---dibayarkan oleh Mother Russia---untuk disediakan bagi semua umat manusia secara gratis.
Untuk setiap keuntungan bagi elit itu---yang ingin memblokir para migran agar tidak mencapai kantong-kantong pemukiman mereka maupun operasi-operasi pemerintah---ada keuntungan setara bagi rakyat jelata, yang akan mampu mengakses apakah ada banjir di jalur-jalur mereka, menilai cuaca untuk mengukur adanya badai-badai ganas yang akan membalikkan kapal-kapal mereka, serta menentukan aktifitas vulkanik yang mungkin akan mengubur mereka dengan abunya.

Demikianlah, orang-orang Rusia itu ada pemenangnya!"


[Penggagalan Satelit China CBERS3 Pada 2013, dan Tipu-Muslihat Via Citra-Citra Satelit]
Kini sepertinya ada Deja vu. China dan Brazil sedang mengalami suatu masalah peluncuran satelit lain pengamat Bumi.
Yang satu ini, satelit CBERS3, dikatakan akan memberi publik citra penampakan Bumi, tapi ini tipu-muslihat, menurut para alien Zeta. Citra-citra lama atau yang salah akan digunakan untuk mengganti pemandangan-pemandangan terkini atau yang akurat, untuk sengaja memberi informasi salah kepada para migran yang akan kepayahan nanti. [Baca: Arah Migrasi Asia Tenggara Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub]
Waduh, peluncuran gagal lainnya!
Chinese Rocket Failure Destroys Earth-Observation Satellite, December 9, 2013 http://www.space.com/23895-china-rocket-launch-failure-destroys-satellite CBERS 3 was the fourth China-Brazil Earth Resources Satellite launched since 1999. Its three predecessors are no longer functioning. China and Brazil started cooperating in Earth observation programs in 1988. Brazil uses CBERS data to monitor wildfires and deforestation in the Amazon rainforest, observe crop yields and trends in land use, manage water resources, and study urban development. Like its Landsat counterpart in the United States, the CBERS project distributes imagery for free on the Internet.
ZetaTalk Comment 12/14/2013, terjemahan bebas: "China secara historis berpengalaman dalam peluncuran satelit, bahkan berhasil mendaratkan sebuah wahana penjelajah bulan.

Meskipun digembar-gemborkan sebagai satelit untuk mengamati Bumi--dengan citra-citra yang tersedia bagi publik--sebagaimana dengan peluncuran-peluncuran Rusia yang dahulu gagal, penggunaan utama CBERS3 adalah untuk melayani para elit.

Sementara, publik akan disesatkan, bilamana perlu, dengan citra-citra lama yang tersedia sehingga perubahan-perubahan terkini dapat disamarkan. 
Thus, apabila [misalnya] para imigran yang terendam banjir dari Karibia mencoba melewati basin Amazon ke Brazil bagian selatan, maka banjir ekstensif di Amazon akan disamarkan untuk menyesatkan migrasi itu."
----------------------------------------------------

Penggagalan Telekom-3 dan Glonass
Pada 2012, tak lama setelah Mars Rover Curiosity sukses meluncur ke Mars, Rusia kembali gagal meluncurkan satelit-satelit lainnya. Kali ini ada masalah dengan booster rocket-nya, yang tiba-tiba mati, sehingga menghilangkan dua buah satelit yang dibawanya. Salah satu yang hilang itu adalah satelit Telekom-3--yang telah dibeli oleh Indonesia--yang sedianya menyediakan layanan-layanan telekomunikasi bagi para customer Indonesia dan Rusia.
Sebagai tambahan, ada rekaman kemunculan UFO-UFO selama peluncuran itu. Mungkinkah ada hubungannya?
http://youtu.be/JRfYxj7uAkE
http://youtu.be/1Q1T20seEaM
Rusian Booster Rocket Fails To Deliver Satellites http://www.nytimes.com/2012/08/08/world/europe/russian-booster-rocket-fails-to-deliver-satellites.html  The mishap was another blow to Russia’s space program, which has been plagued by malfunctions, crashes and failed launchings. The failure was particularly glaring because it came just hours after NASA’s successful landing of a research probe on Mars. he satellites, worth about $45 million, were intended to provide telecommunications services for Indonesian and Russian customers. They were carried by a Proton rocket, with a Briz-M booster, launched from Russia’s Baikonur space center in Kazakhstan. During the launching, the Briz-M booster activated as scheduled but switched off after only seven seconds instead of the more than 18 minutes needed to propel the satellites into the proper orbit. One of the lost satellites, called the Telekom-3, was the first Russian-made satellite bought by Indonesia. In May, a Russian-made Sukhoi Superjet 100 airliner crashed in Indonesia during a demonstration flight for potential buyers.
Dan satelit Glonass (Global Navigation Satellite System), milik Rusia, meledak saat peluncurannya pada 2013. Satelit ini untuk alat navigasi serupa GPS (Global Positioning System).
Unmanned Russian rocket explodes seconds after liftoff http://www.cnn.com/2013/07/02/world/europe/russia-rocket-explosion/?hpt=hp_t2  An unmanned Russian rocket veered off course and exploded in a fireball Tuesday, seconds after liftoff from a launch pad in Kazakhstan. There were no immediate reports of casualties. The Proton-M rocket was carrying three satellites for Russia's Global Navigation Satellite System, or Glonass. Glonass is the Russian equivalent to the United States' Global Positioning System, or GPS. The rocket had just taken off from the Baikonur space center, in a launch broadcast live on television. Seconds later, it changed course, burst into flames and dove nose-first into the ground. In 2010, another Proton-M rocket carrying three satellites crashed in the Pacific Ocean. Authorities have suspended further launches of the rockets as they investigate what caused the explosion.
Apa kata para alien Zeta mengenai semua insiden itu? Berikut penjelasan mereka, yang disertai komentar tentang keberadaan UFO-UFO itu.

Penjelasan Para Alien Zeta Untuk Kegagalan Telekom-3, Glonass GPS, dan Keberhasilan Mars Rover, terjemahan bebas ZetaTalk 11 Agt. 2012: "Mengapa pula satelit-satelit Rusia dicerabuti sebelum mencapai orbit mereka sedangkan Mars Rover Curiosity diijinkn mendarat di Mars?
Jawabannya terletak pada manfaat yang dihasilkannya bagi rakyat jelata, yang berseberangan dengan para elit itu. 
Ada banyak agenda di balik peluncuran Mars Rover, tapi satu-satunya yang akan membuahkan hasil nantinya adalah pengumuman penemuan kehidupan di Mars. Gas methana berasal dari bahan organik yang membusuk--bakteri dan jamur, dan mungkin bahkan cacing-cacing hidup dalam tanah.

Para elit itu mencoba memaksa Obama untuk membuat para pembayar pajak AS membayarkan misi-misi berawak ke Mars, dan hal ini hampir-hampir tidak  berhasil dengan kondisi keuangan sekarang ini serta tingkat kejadian perubahan-perubahan bumi. Namun Pemelekan terhadap kehadiran alien akan difasilitasi.

Rusia baru-baru ditampar oleh Dewan Alam Semesta Ini karena mencoba menjelajahi Phobos--sebuah bulan milik Mars dimana para Annunaki menambang emas selama ini. Para Annunaki dan umat manusia telah dikarantina agar tidak saling mengontak, dan Rusia tahu hal ini.

Satelit Telekom-3, yang telah dilumpuhkan itu, hampir-hampir tidak dirancang untuk memfasilitasi komunikasi, melainkan dimaksudkan  untuk memata-matai para imigran yang kepayahan dan terendam banjir yang sedang mengarah ke teritori Rusia nanti, maka Rusia [merasa] lebih baik melumpuhkan mereka. 
Apa yang ada di benak manusia--niatnya--[langsung-pen.] diketahui oleh diri kami sendiri dan para alien lain yang baik hati.
UFO-UFO yang tampak jelas terlibat dalam pelumpuhan satelit-satelit mata-mata itu merupakan sebuah pesan jelas bagi Rusia."
[Penggagalan Satelit Phobos-soil]
Stasius ruang angkasa milik Rusia bernama "Phobos-Grunt (Phobos-soil)" tidak berhasil sampai ke Mars. Stasiun itu rencananya akan mengambil sampel-sampel bebatuan di Phobos, bulan milik Planet Mars.
"Phobos-soil" refused to fly over ground [Nov 9] http://www.euronews.net/2011/11/09/russian-mars-moon-probe-hits-problems/ Russian interplanetary station "Phobos-soil" could not go to the satellite of Mars. The unit went into orbit around the Earth, but does not launch boosters. In Roskosmos claim that contingency situation, but it costed, and promised to rectify the situation within three days. The station had three years to deliver on the ground rock samples from Phobos.
http://abcnews.go.com/Technology/russian-phobos-grunt [Nov 9] A Russian space probe called Phobos-Grunt - launched on an ambitious mission to return soil from one of the moons of Mars - is instead stuck in Earth orbit after its booster rocket's upper stage failed to send it on its way overnight. It was supposed to land on Phobos in February 2013, scoop up about 7 ounces of soil, and bring it back to Earth in August 2014.
Penjelasan para alien Zeta tentang kegagalan stasiun ruang angkasa itu, terjemahan bebas 6 Juli 2013:

Ada karantina yang telah dikenakan oleh Dewan Alam Semesta Ini, yang menjaga umat manusia dan para Annunaki tetap terpisah. [Baca: Annunaki Tidak Akan Kembali Ke Bumi]

Seperti yang telah diketahui, para Annunaki menambang emas di Phobos. [Baca: Emas dan Air di Planet Mars]

Karantina itu, yang telah mengejar para Annunaki hingga mereka keluar dari Bumi, berupa serangkaian kecelakaan kecil yang melibatkan cuaca buruk dan hewan-hewan predator besar. Pada dasarnya, para Annunaki memutuskan bahwa Bumi bukanlah tempat yang baik untuk melakukan operasi-operasi penambangan; merekapun pergi.
Manusia yang penasaran pernah pergi untuk mengintip mereka di Phobos tapi wahana mereka ditembak jatuh oleh para Annunaki. Oleh karena Elemen Keraguan harus dipertahankan saat ini, maka rasa penasaran manusia yang lebih jauh lagi tidak akan diperkenankan, demikian pula dengan wahana [milik manusia--pen.] yang terbang dekat Phobos. Maka, terjadilah kecelakaan kecil yang disengaja [oleh Dewan--pen.] di tempat peluncuran, dekat Bumi.
Apakah rasa penasaran semacam itu yang menjadi niat untuk wahana ruang angkasa Rusia itu? Orang-orang Rusia itu hampir-hampir tidak penasaran dengan karakteristik tanah di Phobos. Mereka memiliki dua agenda yang berbeda. Mereka penasaran dengan niat orang-orang Annunaki dalam kaitannya dengan manusia.
Apakah mereka tertarik untuk menyambut para mantan budak mereka?Untuk menjajah? Agresif atau pasif? Wahana itu bagaikan mata kail yang mungil yang dilempar ke sebelah predator besar, untuk menunjukkan reaksinya. [Baca: Para Dewa Yang Pernah Memperbudak Manusia]
Yang kedua, orang-orang Rusia itu berencana menggunakan wahana penjelajah mereka---selama masa terbangnya di ruang angkasa dan menjelajah---untuk menentukan trajectory serta kecepatan Planet X saat mendekat ke Bumi. Ini adalah tujuan utamanya, yang tentu saja tidak akan dinyatakan secara terbuka akibat coverup terhadap kehadiran Planet X."
Pertempuran Satelit: UrtheCast Sukses, Telekom-3, Glonass, Phobos Gagal 4.5 5 Nirata Jumat, 23 Januari 2015 Ada otak jenius tertentu sehingga satelit-satelit dapat dihasilkan dan dikirim. Satelit-satelitpun diluncurkan. Satelit-satelit pun ...