Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Tentang Film Noah dan Exodus 2014

 on Sabtu, 29 Maret 2014  

Terjemahan bebas Noah and Exodus Movies, The ZetaTalk Newsletter Issue 391, Sunday March30, 2014

Dua buah film yang akan tayang premiere pada 2014 terkait dengan lewatnya Planet X, aka Nibiru, di jarak terdekat dengan Bumi. [Baca juga Tingkat Keparahan Pergeseran Kutub Nanti]
Film Noah dijadwalkan akan dirilis pada April, sedangkan film Exodus pada Desember 2014 nanti.

Menurut para alien Zeta, bahwa kedua film tersebut bertepatan dengan pengumuman (oleh Obama) yang akan mengakui tentang lewatnya Planet X, aka Nibiru, di jarak terdekat dengan Bumi bukanlah kebetulan.
Komentar ZetaTalk 22 Mar. 2014: "Cerita-cerita tentang Nabi Nuh dan Eksodus *(bangsa Yahudi--pen.) adalah kisah-kisah dari Injil, meskipun catatan historis bangsa Mesir (kuno--pen.) dalam Kitab Kolbrin juga memasukkan kisah-kisah itu, dan malahan lebih mendetil dan akurat. Sedangkan Injil telah diubah-ubah, dimana bagian-bagian yang dirasa menghina (penguasa kala itu--pen.) telah dihilangkan, sementara bangsa Mesir (kuno) berpegang pada fakta-fakta. 
Bahwa kedua film itu muncul pada 2014, di tahun ketika pengumuman yang akan mengakui tentang lewatnya Planet X, aka Nibiru, di jarak terdekat dengan Bumi telah diantisipasi, bukanlah kebetulan. Banyak orang telah menjadi curiga bahwa Akhir Jaman telah tiba yang mereka lihat berdasarkan bencana-bencana kekeringan, matinya ikan dan burung-burung, tanda-tanda di langit, dan peningkatan yang dapat dilihat dari pertempuran antara baik dan jahat. 
Injil telah diekspektasi untuk menjadi referensi manual semata oleh banyak orang yang mengikuti rencana pengumuman itu, dan kisah-kisah Nabi Nuh dan Eksodus (Bangsa Yahudi--pen.) adalah contoh-contoh yang jelas sekali mengenai masa-masa lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi. Kitab Wahyu (dari Injil--pen.) juga paralel dengan Kitab Kolbrin dalam penggambaran lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi nanti. 
Di luar profit yang ingin didapat dalam bisnis pembuatan film, para promotor kedua film (yang akan dirrilis--pen.) 2014 ini berharap untuk mengedukasi publik. Nabi Nuh membuat rencana persiapan banjir besar secara praktis dengan membuat sebuah kapal yang bagi keluarga dan ternaknya. Pesan dari film Exodus tersebut adalah bahwa orang-orang yang berhati baik akan diberi asistansi (oleh para alien Pengabdi-Kebaikan, aka malaikat gaib--pen.), sedangkan mereka yang berniat untuk memperbudak orang-orang tidak akan." [Baca juga 
Pengabdi Kebaikan VS Pengabdi Ego]
Laporan Kitab Kolbrin tentang Nabi Nuh agak berbeda dengan laporan Injil, dan lebih logis.
Contohnya, Nabi Nuh tidak menyelamatkan setiap makhluk Bumi, melainkan berfokus pada hewan-hewan domestik yang akan dibutuhkan oleh keluarganya setelah banjir bah surut. Nabi Nuh digambarkan sebagai seorang bangsawan, dengan kekayaan yang cukup untuk membangun Bahtera itu. [Baca juga Bahtera/Kapal Nabi Nuh]
Kitab Kolbrin menggambarkan tentang Banjir Bah di halaman 128. [Baca juga Banjir Bah Era Nabi Nuh] 
Keterhuyungan Bumi yang mendahului Pergeseran Kutub jelas-jelas digambarkan di sana. [Baca juga Kitab Kolbrin dan Kitab Hanokh]
They had knowledge of … signs and omens, the secrets of the seasons, of the moon and the coming of the waters. ... there were wise men filled with the inner wisdom, who read The Book of Heaven with understanding and knew the signs. …  
Then the day came when The Lady of the Night changed her garment for one of a different hue, and her form swept more swiftly across the skies. Her tresses streamed out behind in gold and copper, and she rode in a chariot of fire. … the hour of trial draws nigh. … 
It has been told to me in a dream that the ship should be built against the mountains, and the sea will come up to me. … The lowermost was for the beasts and cattle and their provender, and it was laid over with sand from the river. The middle one was for birds and fowls, for plants of every kind that are good for man and beast, and the uppermost one was for the people. … cisterns for water and storehouses for food … the ship was without mast or oars. There were no poles and no openings, except for a hatch beneath the eaves above whereby all things entered. Into the great ship they carried the seed of all living things; grain was laid up in baskets and many cattle and sheep were slain for meat which was smoked by fire. They also took all kinds of beasts of the field and wild beasts, birds and fowls, all things that crawl. They said to the mockers, "Have your hour, for ours will surely come". 
Then, with the dawning, men saw an awesome sight. There, riding on a great black rolling cloud came the Destroyer, newly released from the confines of the sky vaults, and she raged about the Heavens, for it was her day of judgement. The beast with her opened its mouth and belched froth fire and hot stones and a vile smoke. It covered the whole sky above and the meeting place of Earth and Heaven could no longer be seen. In the evening the places of the stars were changed, they rolled across the sky to new stations, then the floodwaters came. … The floodgates of Heaven were opened and the foundations of Earth were broken apart. The surrounding waters poured over the land and broke upon the mountains. … storms and whirlwinds were loosed. … There was a time of great heat, then came a time of bitter cold. The waves over the waters did not rise and fall but seethed and swirled. … The stars in the Heavens were loosened from their places, so they dashed about in confusion. There was a revolt on high, a new ruler appeared there and swept across the sky in majesty. … 
The Destroyer passed away into the fastness of Heaven and the great flood remained seven days, diminishing day by day as the waters drained away to their places.
Penggambaran ZetaTalk 15 Agt. 1995: Resah, dan teramat sangat Mengabdi-Kebaikan, [Nuh] melakukan Panggilan, lalu mendapat kunjungan-kunjungan dari sesosok Ruh Pembimbing yang meresponnya. (Dan) Ia sungguh membangun sebuah kapal untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan hewan-hewan peliharaannya. Kisah Nabi Nuh telah dibuat romantis (oleh manusia--pen.) dengan dimasukkannya seluruh hewan di Bumi, yang mana tidak perlu banyak logika untuk mengenyahkan (kisah tambahan--pen.) itu: Seberapa besar kapalnya itu? Meskipun ombak itu besar, ombak itu tidak menutupi seluruh Bumi. Bagaimana bisa?"  [Baca juga Bahtera/Kapal Nabi Nuh]
 

Kalau Injil menciptakan setting kisah Eksodus sebagai sebuah pertempuran antara orang-orang Yahudi yang beriman dengan Firaun yang jahat, para alien Zeta menggambarkan Nabi Musa sebagai seorang oportunis yang memanfaatkan lewatnya Nibiru di jarak terdekat dengan Bumi untuk meloloskan diri dengan menyeberangi Laut Merah, meskipun (dalam hal ini) Nabi Musa mendapat asistansi (dari para alien Pengabdi-Kebaikan, aka malaikat gaib--pen.). [Baca juga Tentang Nabi Musa dan Ajaran Emas Yesus]
Kitab Kolbrin menggambarkan Eksodus di halaman 641. [Baca juga Kolbrin : Hari-Hari Gelap]
The dark days began with the last visitation of the Destroyer and they were foretold by strange omens in the skies. All men were silent and went about with pale faces. Fear walked the land and woman became barren with terror, they could not conceive, and those with child aborted. The days of stillness were followed by a time when the noise of trumpeting and shrilling was heard in the Heavens, and the people became as frightened beasts without a headsman. … The dead were no longer sacred and were thrown into the waters. He who grew no grain now owned a storehouse full. Cattle were left unattended to roam into strange pastures, and men ignored their marks and slew the beasts of their neighbours. No man owned anything. The public records were cast forth and destroyed, and no man knew who were slaves and who were masters. … Plague was throughout the land, the river was bloody and blood was everywhere. Those who did drink from the river vomited it up. The dust tore wounds in the skin of man and beast. 
The Doomshape, called the Destroyer, in Egypt, was seen in all the lands, thereabouts. In color, it was bright and fiery, in appearance changing and unstable. It twisted about itself like a coil … It was not a great comet or a loosened star, being more like a fiery body of flame. Its movements on high were slow, below it swirled in the manner of smoke and it remained close to the sun, whose face it hid. There was a bloody redness about it, which changed as it passed along its course. It caused death and destruction in its rising and setting. It swept the Earth with grey cinder rain and caused many plagues, hunger and other evils. It bit the skin of men and beast until they became mottled with sores. In the glow of the Destroyer the Earth was filled with redness. The face of the land was battered and devastated by a hail of stones which smashed down all that stood in the path of the torrent. They swept down in hot showers, and strange flowing fire ran along the ground in their wake. The fish of the river died; worms, insects and reptiles sprang up from the Earth. The gloom of a long night spread a dark mantle of blackness which extinguished every ray of light. None knew when it was day and when it was night, for the sun cast no shadow. The darkness was not the clean blackness of night, but a thick darkness in which the breath of men was stopped in their throats. Men gasped in a hot cloud of vapour which enveloped all the land and snuffed out all lamps and fires. … Ships were sucked away from their moorings and destroyed in great whirlpools. It was a time of undoing.
 

Wawasan ZetaTalk 15 Nov. 1996: "Lewatnya Planet X di jarak terdekat dengan Bumi paling baik diingat di masa eksodus bangsa Yahudi dari Mesir, namun apa yang tidak diketahui benar adalah alasan eksodus itu. [Baca juga Era Pergeseran Kutub, Siklus 3600an Tahun, Kini Tiba]
Eksodus bangsa Yahudi tidak terjadi karena grup besar ini telah memutuskan untuk berjalan-jalan suatu hari, mengantisipasi hukuman yang tidak lebih buruk dari cambukan akibat ketahuan seandainya mereka diketemukan. Eksodus itu terjadi karena para tuan mereka begitu kepayahan dan dipusingkan oleh masalah-masalah yang begitu parah sampai-sampai sepenuhnya mengalihkan perhatian dari budak-budak mereka. 
Apakah masalah-masalah itu karena sungai Nil yang kebanjiran atau wabah belalang atau bahkan ada perayaan dimana semua orang mabuk?
Tidak ada situasi normal dalam masyarakat Mesir kala itu yang akan telah menciptakan sebuah situasi dimana bangsa Yahudi dapat pergi, secara masal, maupun sebuah situasi dimana orang-orang itu memiliki keberanian untuk pergi. Mereka pergi karena lewatnya Planet X di jarak terdekat memberi kesan pertama dalam bentuk malam yang panjang lalu aktifitas-aktifitas mengerikan berupa gempa-gempa serta erupsi-erupsi vulkanik di gunung-gunung api dekat sana.
Chaos-pun merajalela, jenis chaos tepat seperti itulah yang ditakuti oleh pemerintah di seluruh dunia akan terjadi dalam waktu dekat.
(Di jaman itu--pen.) para penjaga meninggalkan pos-pos mereka, dan para pembantu rumah tangga mencuri barang-barang tuan-tuan mereka serta menyelinap pergi di malam yang sepertinya tanpa akhir. Para penguasa terpaku dalam kekhawatiran dan membahas sendiri di kalangan mereka tentang bagaimana mereka dapat menenangkan para dewa. Para elit militer, yang terbiasa memiliki kendali total serta tidak menolerir adanya tentangan-tentangan terhadap perintah-perintah mereka, bereaksi terhadap chaos itu dengan mencoba menegakkan kenbali peraturan. Para tentara yang histeris tak mampu sungguh-sunguh memahamin apa yang sedang terjadi kepada mereka, dan tidak berselera untuk menenangkan para atasan mereka, sehingga militerpun mengalami pertempuran internal selama beberapa waktu. [Baca juga Pasca: Ketika Kekuatan Hukum dan Militer Lenyap]
Barulah, ketika rotasi Bumi kembali berputar, para penguasa Militer dan para pemimpin militer mampu mendapatkan kembali kendali atas pasukan mereka. Namun menjelang momen ini, sebagaimana yang telah dikisahkan dengan baik oleh sejarah, eksodus bangsa Yahudi merupakan kesuksesan!" 
----------------------






Tentang Film Noah dan Exodus 2014 4.5 5 Nirata Sabtu, 29 Maret 2014 Terjemahan bebas Noah and Exodus Movies,  The ZetaTalk Newsletter Issue 391, Sunday March30, 2014 ...