Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Simbolisme Piramida Gunung Padang

 on Minggu, 02 Maret 2014  

Sumber: Gunung Padang symbolism, ZetaTalk Chat Q&A for March 1, 2014

Ada beberapa situs purbakala di Jawa maupun di tempat-tempat lain di Indonesia yang diduga (diyakini oleh sebagian orang, melalui penelitian) merupakan piramida kuno. Salah satunya adalah Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat. Dan baru-baru ini, SBY dan ibu negara berkunjung ke Gunung Padang, Cianjur.
Kunjungan SBY ke Situs Gunung Padang bikin Kapolda Jabar Kerja Keras, 21 Februari 2014 SUKABUMI - Rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke situs megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat jajaran Polda Jawa Barat harus bekerja keras memastikan keamanan. Pasalnya, kunjungan yang akan dilakukan pada 24 Februari 2014 itu ditempuh SBY menggunakan kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur. Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan, menuturkan, ribuan personel gabungan dari Polri dan TNI akan melakukan penyisiran jalur kereta api yang akan dilintasi rombongan SBY. Petugas juga akan mengamankan seluruh stasiun sepanjang Bogor sampai Cianjur. Selain itu, para personel juga ditempatkan di setiap titik jalur yang dinilai rawan. Mereka akan berjaga di setiap 25 hingga 75 meter. (hol) http://bandung.okezone.com/read/2014/02/21/527/944266/kunjungan-sby-ke-megalit-gunung-panjang-buat-kapolda-jabar-kerja-keras 

Gunung Padang, menurut Wikipedia, adalah situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat.
Gunung Padang: (Wikipedia Indonesia): Situs Gunungpadang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks "bangunan" kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. ...Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jejeran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.
Apa yang membuat situs itu sampai harus segera disempatkan untuk dikunjungi oleh presiden dan ibu negara ketika gunung-gunung api Indonesia sedang aktif-aktifnya, dengan Kelud dan Marapi sedang mengalami erupsi-erupsi, serta banjir dimana-mana? Apakah ini terkait dengan pelejitan perubahan-perubahan bumi di Indonesia, ancaman tsunami Jakarta pada khususnya yang diperingatkan oleh ZetaTalk baru-baru ini (baca: Peringatan tsunami Jakarta)? [Baca juga: Peringatan amblesnya Lempeng Sunda]
Berikut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.
Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for March 1, 2014 
"Mengapa piramida di Gunung Padang penting bagi para elit politik Indonesia? Itu adalah simbolisme survival dalam melewati bencana-bencana alam dahysat di masa lalu, sebagaimana yang telah dipastikan oleh para arkeolog. Gunung Padang berhasil selamat dari Pergeseran Kutub silam, dan berada di ketinggian yang cukup (untuk itu) sehingga dianggap mampu bertahan dari Pergeseran Kutub mendatang. Terdapat ruang-ruang di bawah tanahnya yang tidak runtuh, yang dibuat untuk bertahan dari gempa-gempa dan erupsi-erupsi vulkanik. 
Pesan bagi rakyat Jawa melalui kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono ke situs tersebut adalah bahwa mereka tidak perlu khawatir. Mereka tidak perlu terburu-buru mengevakuasi pulau Jawa, melainkan bertahan dalam pekerjaan-pekerjaan mereka, sementara para elit penguasa membuat pengaturan-pengaturan untuk (keselamatan) diri mereka sendiri di tempat lain." [Baca juga: Tujuan Eksodus Para Elit dan Persiapan Pergeseran Kutub]
SBY sendiri, segera setelah kunjungan pada Februari yang baru lalu itu, meminta penuntasan penelitian Gunung Padang.
SBY Minta Pemprof Jabar Memandu Penuntasan Penelitian Gunung Padang, 26 Feb. 2014 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menempatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai “host” penuntasan penelitian Situs Megalitik Gunung Padang di Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Bukan cuma hal itu, Presiden SBY juga menugasi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) sebagai pemangku upaya pemugaran dan pengembangan peninggalan tradisi megalitik –yang usianya diperkirakan lebih tua dibanding peradaban Piramid Mesir. Dari rilis yang diterima bisnis-jabar,SBY mengemukakan posisi Pemprov Jawa barat itu usai meninjau langsung kondisi situs yang terletak di puncak bukit setinggi hampir 1.000 meter di atas permukaan laut pada Selasa (25/2/2014). “Undang-Undang mengamanahkan Jawa Barat menjadi host pemerintah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan membantu menjalin kolaborasi yang efektif untuk penanganan lebih lanjut Situs Gunung Padang,” papar SBY saat menyampaikan amanatnya, dengan berdiri di Singgasana Situs Gunung Padang, undakan paling tinggi. http://jawabaratnews.com/sby-minta-pemprov-jabar-memandu-penuntasan-penelitian-gunung-padang/

Obyek Penelitian dan Kontroversi
Situs tersebut selama ini menjadi obyek penelitian oleh tim khusus presiden, Tim Katastropik Purba, bagian dari Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, yang meyakini bahwa Gunung Padang memang Piramida dan memiliki informasi mengenai siklus bencana purbakala yang pernah terjadi di wilayah itu. Andi Arief, ketua Staf Khusus tersebut, menyatakan bahwa ada temuan yang sangat istimewa dan teknologi dasyat di situs Gunung Padang, yang kemungkinan bukan wilayah Kemendikbud, melainkan Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau TNI-POLRI. Sebegitu pentingnya situs ini sehingga tim meminta pembebasan lahan seluas 100 hektare untuk penelitian.
Teknologi Istimewa Situs Gunung Padan: Apa Keistimewaan Situs Gunung Padang ? Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi mengatakan, ada temuan yang sangat istimewa dan teknologi dasyat di situs Gunung Padang, yang kemungkinan bukan wilayah Kemendikbud, melainkan Kementerian Pertahanan, Kementerian ESDM, atau TNI-POLRI. Apa sebenarnya temuan itu ?. Andi belum menjelaskannya. Ketua Tim Penelitian Terpadu Mandiri Gunung Padang, Ali Akbar sedikit memberi gambaran tentang temuan istimewa itu. Hasil penelitian tim arkelologi Situs Megalitikum Gunung Padang, di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Cianjur ditemukan struktur bangunan yang bentuknya jauh berbeda dengan struktur bangunan Gunung Padang yang saat ini terlihat secara kasat mata. http://jakartagreater.com/teknologi-istimewa-situs-gunung-padang/
Tim Peneliti Gunung Padang Minta Tanah 100 Hektare, 25 Mei 2012 "Sebenarnya tidak perlu ada polemik antara budayawan lokal atau pemerhati lingkungan mengenai penggalian Gunung Padang. Kami hanya melakukan tugas untuk mengetahui peradaban yang terjadi di Gunung Padang. Selain itu, penelitian dilakukan untuk mendukung pembuatan peta bencana dilihat dari siklus kebencanaan pada masa lampau," tuturnya. Pertemuan yang dihadiri oleh bupati dan tokoh agama Cianjur ini juga sebagai bagain untuk melibatkan unsur masyarakat dalam penelitian lanjutan Gunung Padang. Keterlibatan tokoh agama, kata Abdullah, merupakan prioritas penting. Para tokoh agama ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai berbagai bentuk penelitian Gunung Padang. Lebih lanjut, Abdullah mengatakan tujuan kedatangan mereka bertemu bupati untuk meminta restu, menyampaikan perkembangan riset terakhir dan menjelaskan kepada para tokoh agama, agar polemik negatif Gunung Padang yang selama ini beredar bisa terjelaskan. “Penelitian ini penting dilanjutkan untuk mengungkap misteri Gunung Padang yang terkait dengan siklus bencana di zaman purba. Bupati merestui Tim Katastrofik Purba untuk melanjutkan riset,” ujarnya. http://www.pikiran-rakyat.com/node/189882
Namun beberapa ahli geologi menolak hasil penelitian bahwa situs tersebut adalah piramida. Sementara, Forum Pelestari Gunung Padang melayangkan petisi untuk menolak situs tersebut menjadi obyek penelitian.
Ketua Tim Mandiri: Gunung Padang Bukan Piramida, 7 Mei 2013: Ketua Tim Terpadu Penelitian Mandiri, Ali Akbar, menyatakan bahwa situs megalitik Gunung Padang bukan sebuah piramida. 07 MEI 2013"Sudah lama saya bilang tidak ada piramida," ungkap Ali Akbar selaku ahli arkeologi dan Ketua Tim Terpadu Penelitian Mandiri untuk Gunung Padang pada Senin, 6 Mei 2013 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pemikiran bahwa Gunung Padang bukan sebuah piramida telah diyakininya sebelum dia bergabung dengan tim tersebut. "Temuan Tim Katastropik Purba bentukan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana—soal piramida—pada awal 2012 telah disanggah oleh sebagian besar arkeolog termasuk juga saya." Ali mengamati bahwa setelah Tim Katastropik Purba bersinergi dengan Turangga Seta setahun silam, pembahasan situs Gunung Padang mulai dikaitkan dengan piramida tertua dan budaya atlantis. Dia juga mengingatkan bahwa penelitiannya tidak bertujuan untuk mencari keberadaan emas yang pernah disebutkan oleh Tim Katastropik Purba sebelumnya, melainkan untuk memeriksa lokasi situs berdasar kejanggalan yang ditemukan oleh ahli geologi lewat citra georadar dan geomagnetik. ....Pada 26 April lalu Forum Pelestari Gunung Padang melayangkan petisi penyelamatan situs megalitik itu kepada Presiden. Tiga hari kemudian, Staf Khusus menghentikan sementara penelitian tim mandiri. Guru Besar dan arkeolog senior dari Universitas Indonesia Noerhadi Magetsari, menilai petisi yang disampaikan Forum Pelestari Gunung Padang itu sangat tidak tepat. Pandangan Noerhadi, penelitian ilmu harus berkelanjutan, terlebih bidang arkeologi yang dapat diperbarui terus-menerus seiring temuan bukti baru. "[Petisi itu] dari segi ilmu tidak ada, dari segi pelestarian dan penyelamatan tidak ada. Sia-sia," ujarnya. ..."Kembalikanlah [Gunung Padang] ini ke relnya. Harus di ranah ilmiah. Riset bisa dibalas [dibantah] melalui riset," ucap Ali. Karena, menurut Ali, petisi itu tidak bisa diberlakukan untuk ranah ilmu pengetahuan. Dia juga mengutarakan, sudah lama terbuka dengan ajakan duduk berembuk dengan para ilmuwan lain, bahkan untuk mengerjakan penelitian bersama. http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/05/ketua-tim-mandiri-gunung-padang-bukan-piramida
Nina Herlina Lubis: Gunung Padang dalam Lintasan Sejarah 1, 5 Jan. 2014: Pernyataan Andi Arief tentang adanya piramid, dibantah oleh para ahli geologi seperti Dr. Sujatmiko, yang melakukan observasi lapangan dan menyatakan kedua gunung itu bukanlah piramid, melainkan gunung api purba yang sudah mati. Temuan Andi Arief juga dibantah oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologfi Nasional, Dr. Bambang Sulistyo, yang menyatakan bahwa budaya kita tidak mengenal piramid, melainkan punden berundak-undak atau candi. Tidak lama kemudian, masyarakat Cianjur dan Jawa Barat khususnya, Indonesia umumnya, dikejutkan dengan berita yang dilansir oleh Tim Katastropik Purba bahwa di dalam situs Gunung Padang, di Kabupaten Cianjur, terdapat piramida, yang umurnya lebih tua daripada piramid di Mesir. Tim Katastropik Purba yang terdiri dari geolog LIPI Dr. Danny Hilman, arkeolog Universitas Indonesia (UI) Dr. Ali Akbar, dan lain-lain terus melanjutkan penelitiannya dan mengekspos hasil penelitiannya di berbagai media massa. http://www.gatra.com/kolom-dan-wawancara/44889-nina-herlina-lubis-gunung-padang-dalam-lintasan-sejarah-1.html 
Dan sebagian orang kebingungan dengan kiprah Andi Arief yang lebih sibuk mengurusi situs-situs purbakala ketimbang masalah sosial dan bencana. Reaksi ini tidak mengherankan, mengingat mayoritas luas tidak menyadari Nibiru, alias Planet X, dan banyak yang mengira komet ISON sebagai "si komet penting" yang dinanti-nanti sebagai si "lintang kemukus"nya Jayabaya, meskipun sudah jelas telah pecah berhamburan (dan merupakan alat pihak coverup untuk mengaburkan kehadiran Nibiru).

Sedangkan pembentukan tim Katastropik Purba itu sendiri, pada 2004,  tak lama setelah masuknya Nibiru, aka Planet X (alias Lintang Kemukus, dalam istilah Prabu Jayabaya, atau sang komet besar, menurut Prabu Siliwangi), pada 2003, ke bagian dalam Tata Surya kita, yang akan mengakibatkan bencana Pergeseran Kutub nanti, yang pernah terjadi sebelumnya dalam siklus 3600 tahunan (dengan demikian sekitar 3600an, 7200an, 10.800an, atau lebih, tahun yang lalu).
Andi Arief Permalukan SBY!, 06 Mei 2012 Tanggung jawab moral seorang staf khusus presiden langsung kepada SBY. Begitu juga dengan Andi Arief yang menangani bidang bantuan sosial dan bencana. Anggota Komisi Sosial DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Adang Ruchiatna Puradireja, mengaku tidak tahu dengan jelas tugas utama Andi Arief. Namun selama ini Adang juga merasa heran dengan tindak tanduk Andi Arief yang lebih sering mengurus situs-situs kepurbakalaan dibanding mengurus masalah sosial dan bencana. http://www.rmol.co/read/2012/05/06/62940/Andi-Arief-Permalukan-SBY!-  
Baca juga:
Regim Represif
Prediksi Indonesia dan Asia Tenggara dalam event Pergeseran Kutub (indeks)


Simbolisme Piramida Gunung Padang 4.5 5 Nirata Minggu, 02 Maret 2014 Sumber: Gunung Padang symbolism,  ZetaTalk Chat Q&A for March 1, 2014 Ada beberapa situs purba...