Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Genosida

 on Sabtu, 29 Agustus 2015  


Terjemahan bebas Genocide, The ZetaTalk Newsletter Issue 395, Sunday April 27, 2014

Hari peringatan ke-20 pembantaian rakyat Tutsi di Rwanda oleh Hutus baru tiba (April 2014), menempatkan masalah itu lagi dalam berita.
Sekitar 1 juta orang dari 7 juta rakyat dibantai dengan golok oleh para Hutu, yang mematuhi mandat pemerintah untuk melakukan genocide. 
Dari akarnya, alasan atas kejenuhan ini rupa-rupanya kecemburuan, karena orang-orang Tutsi dimanfaatkan oleh para penjajah untuk pekerjaan-pekerjaan administrative dan lebih disuka oleh Gereja Katolik.
Orang-orang Tutsi berkulit lebih terang dan dianggap lebih seperti orang-orang Kaukasia, sedangkan orang-orang Hutu pada utamanya adalah penggembala, petani. Siapapun yang menolak genosida ini akan dibunuh. 
Komunitas internasional tidak maju untuk menghentikan genocide.

Rwanda Genocide Anniversary: 20 Years Later, Flame Stirs Memories, March 28, 2014 http://www.huffingtonpost.com/2014/03/28/rwanda-genocide-anniversary Ethnic Hutu extremists killed neighbors, friends and family during a three-month rampage of violence aimed at ethnic Tutsis and some moderate Hutus. Rwanda puts the death toll at 1,000,050. The killing spree was a planned political campaign that came from an ideology called Hutu Power. Tutsis, the video says, were meant to be exterminated.
Rwandan Genocide http://en.wikipedia.org/wiki/Rwandan_Genocide European colonists, convinced the Tutsi had migrated to Rwanda from Ethiopia, believed the Tutsi were more Caucasian than the Hutu and were therefore racially superior and better suited to carry out colonial administrative tasks. They oversaw a land reform process by the Tutsi chiefs, in which grazing areas traditionally under the control of Hutu collectives were seized and privatised, with minimal compensation. Tutsi supremacy remained, leaving the Hutu disenfranchised and subject to large scale forced labour.  The Catholic Church favored Tutsi enrollment in their mission schools, which taught French and other key skills required for civil service and leadership positions. Historians do not agree on the precise date on which the idea of a "final solution" to kill every Tutsi in Rwanda was first mooted. The Hutu population, which had been prepared and armed during the preceding months, and maintained the long-standing Rwandan culture of unconditional obedience to authority, carried out these orders without question.  During the first six weeks, up to 800,000 Rwandans may have been murdered, which would represent a rate of killing five times higher than during the Holocaust of Nazi Germany. Most of the victims were killed in their own villages or in towns, often by their neighbors and fellow villagers. The militia typically murdered victims by machetes, although some army units used rifles. The Hutu gangs searched out victims hiding in churches and school buildings, and massacred them. Local officials and government-sponsored radio incited ordinary citizens to kill their neighbors, and those who refused to kill were often murdered on the spot. 
Apakah langka genosida yang disponsori oleh pemerintah?
Ladang-ladang pembantaian (killing fields) rakyat Kamboja yang dimandatkan oleh Pol Pot diperkirakan telah membinasakan 25% populasi Kamboja pada 1970an.
Di sini, kebencian kekuatan-kekuatan di balik perang Viet Nam, yang mana [kekuatan-kekuatan itu] dipandang sebagai para kapitalis, yang membela korporasi-korporasi AS, merupakan pemicu bagi kebijakan-kebijakan Pol Pot. Kapitalisme, beserta para penganjurnya, harus dibinasakan [menurut mereka] sehingga masyarakat agraria yang sederhana dapat berjaya. 
Sekali lagi, kecemburuan terlibat di sini, karena kader-kader yang "masih sangat muda, miskin, dan penuh keirihatian" terdaftar untuk kampanye pembunuhan.
Tapi sekali lagi, kebencian terhadap kolonialisme itu ada, karena perang Viet Nam juga diperjuangkan untuk memelihara hak-hak kolonialisme untuk menentang serangan komunisme.
Menurut para alien Zeta, lihatlah ke rasa takut sebagai faktor yang memotivasi dalam genocide oleh Pol Pot.



The Killing Fields http://en.wikipedia.org/wiki/The_Killing_Fields The Killing Fields are a number of sites in Cambodia where large numbers of people were killed and buried by the communist Khmer Rouge regime, during its rule of the country from 1975 to 1979, immediately after the end of the Cambodian Civil War. Analysis of 20,000 mass grave sites by the DC-Cam Mapping Program and Yale University indicate at least 1,386,734 victims of execution. Estimates of the total number of deaths resulting from Khmer Rouge policies, including disease and starvation, range from 1.7 to 2.5 million out of a 1975 population of roughly 8 million.
The Killing Fields Museum - Learn from Cambodia http://www.killingfieldsmuseum.com/genocide1.html Pol Pot declared 'Year Zero' when Khmer Rouge captured Phnom Penh on April 17, 1975. He immediately directed a ruthless program to "purify" Cambodian society of capitalism, Western culture, religion and all foreign influences. He wanted to create Cambodia into an isolated and totally self-sufficient Maoist agrarian state. Crimes punishable by death include not working hard enough, complaining about living conditions, collecting or stealing food for personal consumption, wearing jewelry, engaging in sexual relations, grieving over the loss of relatives or friends and expressing religious sentiments. 1969 US President Nixon and national security adviser, Henry Kissenger, authorize secret and illegal bombing raids on Vietnamese communist sanctuaries and supply routes inside Cambodia. By 1973, US dropped a total of 539,129 tons of bombs in Cambodia and 600,000 Cambodians were killed. A military failure for the US during its war with Vietnam, the bombings served to increase support for the Khmer Rouge among Cambodians that were outraged at the US bombings.
Cambodian Genocide http://en.wikipedia.org/wiki/Cambodian_genocide What emerges as the explanation for the terror and violence that swept Cambodia during the 1970s is that a small group of alienated intellectuals, enraged by their perception of a totally corrupt society and imbued with a Maoist plan to create a pure socialist order in the shortest possible time, recruited extremely young, poor, and envious cadres, instructed them in harsh and brutal methods learned from Stalinist mentors, and used them to destroy physically the cultural underpinnings of the Khmer civilization and to impose a new society through purges, executions, and violence. 
ZetaTalk Insight 9/19/2009: "Pol Pot, Stalin, Hitler--mereka semua itu adalah para tirani yang berniat membunuh banyak dari rakyat mereka. 
Di akar dari tindakan-tindakan semacam itu adalah rasa takut, dimana para tirani itu ingin membentuk populasi agar ketakutan mereka terhadap pemberontakan berkurang dan mereka dapat tidur nyenyak.
Malangnya, yang berlawananlah yang terjadi, karena semakin banyak orang yang dibunuh, semakin takut pula para tirani itu terhadap pembalasan dendam, dengan demikian, lebih banyak lagi rakyat yang dibunuh - siklus yang tidak pernah berakhir. Itulah mengapa jumlah orang yang terbunuh masif."

Rwanda, di Afrika, dan Kamboja, di Asia, sudah pastinya memiliki teman-teman di NAZI Jerman, yang melakukan Holocaust.

[Penyangkalan Karena Rasa Bersalah]

Apabila 1 juta orang mati ditebas di Rwanda, dan hingga 2 juta orang ditembak atau dihantam-hantam sampai mati di Kamboja, maka diperkirakan terdapat 6 juta orang digas oleh NAZI.
Menurut para alien Zeta, penyangkalan terhadap peristiwa Holocaust adalah upaya untuk mencari alasan terhadap rasa bersalah.
Sekali lagi, ada keterlibatan rasa cemburu di sini, karena orang-orang Yahudi sukses dan sering kali kaya raya dan berpendidikan, dan Hitler memerlukan kambing hitam untuk mengarahkan amarahnya terhadap perekonomian yang terdepresi serta kekalahannya selama Perang Dunia I.
Sekali lagi, ini bukan pembinasaan jutaan dan jutaan orang tak bersalah yang memicu negara-negara untuk terlibat dalam Perang Dunia II, melainkan rasa takut bahwa Jerman/Jepang akan menjadi cukup kuat untuk menyerang Inggris dan AS dan Rusialah yang menyegerakan keterlibatan itu.



The Holocaust http://en.wikipedia.org/wiki/The_Holocaust The universities refused to admit Jews, denied degrees to those already studying, and fired Jewish academics; government transport offices arranged the trains for deportation to the camps; German pharmaceutical companies tested drugs on camp prisoners; companies bid for the contracts to build the crematoria; detailed lists of victims were drawn up using the Dehomag (IBM Germany) company's punch card machines, producing meticulous records of the killings. The killings were systematically conducted in virtually all areas of German-occupied territory in what are now 35 separate European countries. It was at its most severe in Central and Eastern Europe, which had more than seven million Jews in 1939. About five million Jews were killed there, including three million in occupied Poland and over one million in the Soviet Union. Hundreds of thousands also died in the Netherlands, France, Belgium, Yugoslavia, and Greece.
The Holocaust: An Introductory History http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Holocaust/history.htm After its defeat in World War I, Germany was humiliated by the Versailles Treaty, which reduced its prewar territory, drastically reduced its armed forces, demanded the recognition of its guilt for the war, and stipulated it pay reparations to the allied powers. With the German Empire destroyed, a new parliamentary government called the Weimar Republic was formed. The republic suffered from economic instability, which grew worse during the worldwide depression after the New York stock market crash in 1929. Massive inflation followed by very high unemployment heightened existing class and political differences and began to undermine the government.
ZetaTalk Insight 5/15/1997: "Semakin mengerikan peristiwanya, semakin besar pula rasa bersalah yang ditanggung orang terhadap situasi ini atau yang serupa, dan semakin besar pula penyangkalan yang akan dipergunakan untuk menangani rasa tidak nyaman yang dihasilkan dari peristiwa ini. 
Penyangkalan terhadap peristiwa-peristiwa mengerikan begitu umum sehingga hampir menjadi event setiap hari dalam kehidupan manusia.
Begitu mudahnya pikiran sadar manusia dapat memutus ingatan-ingatan agar jalur-jalur lintasan pikiran tidak langsung mengalir, telah memberi tambahan pada hal itu, karena inilah sikap yang diambil oleh mereka yang ingin melupakan atau mengganti dengan cerita alternatif. [Baca juga: Dualisme Manusia dan Pengecohan Realita]
Mereka yang bertanggung jawab atas suatu kecelakaan mulai berpikir bahwa si korban itu sendiri yang mengakibatkannya; demikianlah mereka melepas tanggung jawab untuk melegakan diri. 
Holocaust itu sering kali dijelaskan begitu saja sebagai gara-gara orang-orang Yahudi itu yang mencari masalah sendiri, akibat terlalu sukses secara finansial dan profesional. Mereka telah melahirkan kecemburuan, jadi sebenarnya (menurut para pelaku Holocaust--pen.) mereka sudah mengekspektasinya!"
Meskipun mereka sendiri dahulunya korban-korban, orang-orang Yahudi di Israel kini sedang membalikkan keadaan dan mempraktekkan genosida semata-mata terhadap rakyat Palestina - manuver perampasan tanah.
Perampasan tanah juga menjadi pusat dari genosida terhadap rakyat Indian Amerika, yang, menurut para alien Zeta, motif yang hampir-hampir tak dapat disembunyikan oleh kebijakan-kebijakan destruktif dari Biro Manajemen Pertanahan yang berlanjut hingga kini.
Israel's Slow-Motion Genocide in Occupied Palestine. November 26, 2008 http://baltimorechronicle.com/2008/112608Lendman.shtml Israel is a serial human rights international law abuser. The UN Human Rights Commission affirms that it violates nearly all 149 articles of the Fourth Geneva Convention that governs the treatment of civilians in war and under occupation and is guilty of grievous war crimes. According to Israeli historian Ilan Pappe, Israel has conducted state-sponsored genocide against the Palestinians for decades and intensively in Gaza.
Genocide and Denying It: Why We Are Not Taught that the Natives of the United States and Canada were Exterminated http://espressostalinist.com/genocide/native-american-genocide/ Las Casas, the primary historian of the Columbian era, writes of numerous accounts of the horrendous acts that the Spanish colonists inflicted upon the indigenous people, which included hanging them en masse, roasting them on spits, hacking their children into pieces to be used as dog food, and the list continues. This did not end with Columbus’ departure, the European colonies and the newly declared United States continued similar conquests. Massacres occurred across the land such as the Wounded Knee Massacre. Not only was the method of massacre used, other methods for “Indian Removal” and “clearing” included military slaughter of tribal villages, bounties on native scalps, and biological warfare. British agents intentionally gave Tribes blankets that were intentionally contaminated with smallpox. 
ZetaTalk Insight 12/1/2012: "Israel selama ini menggencet Gaza, mencegah bepergian ke tempat-tempat kerja dan mencegah kemampuan mendapatkan makanan serta layanan-layanan medis.
Sementara itu, sesekali mereka menembak anak-anak Palestina atau menganiaya warga Palestina di pos-pos pemeriksaan, memicu kerusuhan-kerusuhan yang memunkinkan lebih banyak pembunuhan. Semua ini adalah genocide yang disamarkan. 
Sementara itu, Israel merampas lebih banyak lagi tanah, membangun pemukiman-pemukiman dimana PBB telah menyatakan bahwa mereka dilarang untuk itu, lalu mereka menolak meninggalkan pemukiman-pemukiman itu. 
Semua ini adalah perampasan tanah yang bergerak perlahan."
[Baca juga: Pesan UFO 2011 di Yerusalem: Stop Jaman Jahiliyah!]
ZetaTalk Insight 11/15/1995: "Salah satu motif tersembunyi yang paling kuat yang dimiliki oleh pemerintah adalah genocide.
Orang-orang Indian Amerika menderita akibat kebrutalan yang luar biasa di tangan para birokrat yang dirancang untuk membawakan keselamatan sehingga serangan itu hampir-hampir tidak perlu dijelaskan karena sudah menjadi pengetahuan umum. 
Dolar para pembayar pajak digunakan tidak untuk mendukung dan memberi asistansi pada rakyat Indian Amerika melainkan bagi para birokrat, yang melakukan segala sesuatunya dalam kekuasaan mereka untuk membuat para bawahan mereka tergantung, pengangguran, mabuk-mabukan. 
Apabila pelatihan teknis atau vocational kelihatan akan berhasil, maka pelatihan itu diganti dengan ilmu sosial dan kerajinan."
Dapatkah, dan akankah, hal ini terjadi di Bumi seiring dengan berjalannya Transformasi?
Menurut para alien Zeta, ini adalah pengetahuan mengenai apa yang akan dilakukan para elite terhadap rakyat jelata yang membuat Dewan Alam Semesta Ini tetap merahasiakan tanggal Pergeseran Kutub mendatang.
ZetaTalk Insight 3/31/2012: "Dengan sebuah tanggal pasti, mereka (para elit tertentu yang egois--pen.) akan memperluas [rencana mereka hingga] menggilas rakyat yang tidak diinginkan di jalanan melalui para anggota militer yang kooperatif. Ibu-ibu yang menggendong bayi, laki-laki tua--semuanya akan ditembak mati dan dibiarkan membusuk di jalanan.
Di bawah todongan senjata. orang-orang lainnya akan disortir ke kamp-kamp: yang sehat dan memiliki keahlian ke kamp kerja, sisanya dijadikan makanan anjing sebagai hiburan. 
Siapapun yang mengira bahwa umat manusia tidak mungkin bersikap serendah itu, harus menjelajahi apa yang diungkapkan sejarah.
Kamp-kamp kematian NAZI. Genocide dengan golok di Afrika. Dan ruang-ruang penyiksaan yang sangat disukai rejim-rejim opresif untuk dipergunakan.
Dengan sebuah tanggal pasti, mereka yang ditahan oleh rasa takut akan dituntut hukum tidak akan merasa terkekang.
Dengan demikian, tanggalnya tidak akan diketahui hingga Minggu-Minggu Terakhir mendekat, karena, menjelang masa itu, setiap individu akan memiliki agenda action mereka sendiri, dan para pion dari New World Order yang diandalkan untuk menjalankan perintah tidak lagi mau mendengar. 
Para serdadu tidak akan mengkhawatirkan Darurat Militer maupun akan dipenjara karena tidak mematuhi perintah-perintah, karena akhir dunia tampak sudah datang.
Suap juga tidak akan behasil ketika uang sepertinya tidak berharga ketika Bumi sedang terbelah, menganga, dan mengerang-ngerang.
Gerombolan New World Order akan mundur ke bunker-bunker mereka, untuk menggeram terhadap satu sama lain dalam kefrustrasian.

Barulah tanggalnya diketahui dengan pasti." 

Baca juga:
Survivor, Pendekatan Utama Yang Diharapkan

Genosida 4.5 5 Nirata Sabtu, 29 Agustus 2015 Terjemahan bebas Genocide , The ZetaTalk Newsletter Issue 395, Sunday April 27, ...