Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Meraih Langit

 on Sabtu, 29 Agustus 2015  


Jaman sedang berubah besar-besaran. Di Akhir Jaman ini, manusia didorong untuk mengambil tempat di Bumi Baru, sebuah planet di alam lebih tinggi dari bumi sekarang, yaitu densitas ke-4 yang Mengabdi-Kebaikan.
"Bumi sekarang adalah sebuah rumah sekolah bagi jiwa-jiwa muda (secara inkarnasi--pen.) untuk belajar pola pikir Mengabdi-Kebaikan, untuk belajar menerapkan Aturan Emas, dan, dengan demikian, menjadi cukup matang untuk menangani masalah-masalah seperti misalnya peralihan alam." [Baca: Tujuan-Tujuan Transformasi Bumi]
Ini tentu saja mensyaratkan manusia untuk mempraktekkan Pengabdian terhadap Kebaikan. Dan ini sudah difasilitasi dalam pelajaran-pelajaran hidup manusia selama ini, namun ditekankan di era Transformasi sekarang ini.
ZetaTalk: "Pelajaran-pelajaran itu adalah lingkungan-lingkungan dimana jiwa melompat setinggi-tingginya, untuk membantu orang-orang lain, bahkan mengambil resiko dengan menempatkan dirinya dalam bahaya." [Baca: Tujuan Hidup Selama Masa Transformasi Sekarang di Bumi] 
Kalau sikap Mengabdi-Kebaikan itu seperti demikian, bukankah ini sifat seorang pahlawan? Berlawanan dengan pendapat banyak orang, belajar untuk menjadi pahlawan adalah hal yang sangat didorong dalam Transformasi Bumi sekarang ini. Manusia sedang didorong untuk mulai melakukan perjalanan menjadi seorang pahlawan.

Ini perjalanan yang lama dan sangat sulit, karena hingga pasca pergeseran kutub apabila berhasil melewatinya. Dan Indonesia serta negara-negara Asia Tenggara lain akan bergeser ke sekitar Kutub Selatan, dengan India sebagai Kutub Selatan. [Baca: Peta Dunia Baru]
Ini tidak berlebihan, karena memang tidak mudah untuk lolos ke Bumi Baru, di Alam Pengabdi-Kebaikan. Alam tersebut adalah salah satu tempat bimbingan bagi dunia-dunia di alam Densitas ke-3 (salah satu contohnya, Bumi sekarang ini). Ini sudah menjadi suratan takdir Bumi dan Manusia. Manusia, yang telah dianugerahi kehendak bebas, bebas memilih untuk menerimanya atau tidak.
ZetaTalk: "Telah kami nyatakan bahwa mereka yang Mengabdi/Melayani-Kebaikan memikirkan orang lain setidaknya sebanyak memikirkan dirinya sendiri, 50%. Sedangkan mereka yang Mengabdi/Melayani-Ego berhasil melayangkan pikirkannya tentang orang lain hanya 5% dari waktu mereka.
Yesus, Muhammad, Buddha, semua Anak-Anak Bintang yang datang untuk meninggalkan berkat kejernihan bagi umat manusia--semuanya mengajarkan pesan  yang sama: Kesetaraan, dimana yang "paling kurang beruntung di antara kalian" dianggap setara dengan diri sendiri. 
Mempedulikan kebutuhan-kebutuhan fisik pribadi, atas makanan dan tempat berteduh, dengan kepedulian yang seimbang terhadap kebutuhan-kebutuhan makhluk lain. (Contohnya) Bagaimana kira-kira perasaan si kambing yang akan dijagal, apa yang dibutuhkan tanah untuk tempat merumput (ternak) atau untuk diolah menjadi mangkuk." [Baca: Spiritualitas Tertinggi UmatManusia: Aturan Emas]

Ini boleh dibilang sebagai bahwa manusia sedang dituntut untuk membuktikan kesetiaan mereka kepada apa yang mereka yakini sebagai Pencipta mereka.
"Kau memiliki sebuah tubuh fisik dan sebuah tubuh spiritual [ruh]: Dengarkan aku, dan aku akan membukakan pemahamanmu. Aku datang untuk membebaskan tidak hanya manusia fisik, tapi juga manusia spiritual. 
Namun dengan kebebasanmu, kau juga mencapai pertanggungjawaban bahwa, cepat atau lambat, kesetiaanmu pada Penciptamu dan pada sesamamu manusia, dalam kebajikan, cinta kasih dan pekerjaan-pekerjaan yang baik, akan menjadi pembelajaran yang paling sakral dalam hidupmu." [Oahspe
[Baca: Tentang Kata-Kata Bijak]
Semua perbuatan tercatat di alam semesta ini, sebagaimana diketahui banyak orang.
Mereka yang menjalankan tanggung jawab dengan kesungguhan hingga mengorbankan diri mereka tidak akan lenyap bersama waktu. Pengorbanan para pahlawan, bahkan yang tidak dikenal, tidak akan sia-sia, dalam kehidupan berikutnya. Salah satu contohnya adalah Barack Obama, yang di masa silam terlahir sebagai Abraham Lincoln. Kini ia kembali, sebagai seorang Anak Bintang, untuk menuntaskan apa yang sudah menjadi tekadnya dahulu.
Dan kalau mereka yang difabel saja mampu meraih sukses, mengapa yang normal secara fisik tidak bisa? Keterbatan fisik maupun uang bukan alasan, sebagaimana dicontohkan oleh orang-orang hebat berikut ini.
Bikin Haru, Pria Miskin tanpa Tangan Rawat Ibunya yang Renta, 28 Agustus 2015 http://dunia.tempo.co/read/news/2015/08/28/118695611/bikin-haru-pria-miskin-tanpa-tangan-rawat-ibunya-yang-renta TEMPO.CO , Beijing:Seorang pria cacat di sebuah desa terpencil di barat daya Cina, membuktikan kepada publik bahwa cacat yang dimilikinya bukan penghalang untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai anak yang baik.
Ternyata Orang Cacat Ini Malah Menyumbang Bukan Mengemis (Malukah Kita?) http://treehuges.blogspot.com/2013/01/ternyata-orang-cacat-ini-malah.html Kami semua tak bisa berkata-kata, ia memberikan semua yang diperolehnya kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.
10 Orang Pengusaha Cacat Yang Sukses https://abriantonugraha.wordpress.com/2012/10/29/10-orang-pengusaha-cacat-yang-sukses/  Terlahir tanpa memiliki kaki, Sidik selalu menjawab  “Alhamdulillah sejak lahir saya sudah begini” jika ditanya perihal cacat di tubuhnya. Sidik adalah anak keenam dari sepuluh bersaudara. Keluarganya tergolong miskin dan untuk menghidupi keluarga, orangtua Sidik hanya mengandalkan warung kecil di depan rumahnya di Bogor.
Tak Punya Tangan Wanita Ini Pemegang Sabuk Hitam Tae Kwon Do. Ia juga handal bermain piano dan manjadi pilot menggunakan kakinya. http://log.viva.co.id/news/read/644841-tak-punya-tangan--wanita-ini-pegang-sabuk-hitam-tae-kwon-do VIVA.co.id - Ketika kita melihat orang yang cacat atau lahir tidak sempurna, ungkin akan menganggap remah orang tersebut. Atau bisa juga Anda merasa simpati dan terenyuh, dengan apa yang menimpanya. Tetapi, biasanya mereka yang lahir tidak sempurna ini jika mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya, terutama keluarga, bisa tumbuh layaknya orang normal. Bahkan bisa menjadi inspirasi buat orang lainnya yang memiliki keadaan yang sama.
Berikut ini laporan ZetaTalk mengenai para orang hebat seperti mereka.

Terjemahan bebas Handicapped? Not Me! The ZetaTalk Newsletter Issue 308, Sunday August 26, 2012
 
Selama Olimpiade 2012, muncul beberapa contoh yang menghangatkan hati dari semangat manusia untuk mengatasi kekurangan-kekurangan mereka:  para peserta Olimpiade untuk difabel!


Pertama, seorang pemanah yang legally blind! Tidak memiliki penglihatan 20/20, Im Dong-Hyun memiliki penglihatan 20/100 di satu mata dan 20/200 di satunya lagi. Ia memecahkan rekor dunia!
Legally Blind South Korean Archer Im Dong-Hyun Eyes Gold Medal at the Games, July 26, 2012 http://www.telegraph.co.uk/sport/olympics/archery/9428260/London-2012-Olympics It is a staggering feat when one considers that he has 20/200 vision in his left eye, meaning he needs to be 10 times closer to see an object than someone with perfect 20/20 vision.  His right eye, meanwhile, is not much better – he has 20/100 vision in that one – and yet he has no problem in hitting a 122cm target from 70 metres.
London Olympics: Legally Blind Archer Sets World Record, July 27, 2012 http://articles.latimes.com/2012/jul/27/sports/la-sp-on-legally-blind-archer-20120727 Legally blind archer Im Dong-hyun broke the world record in the 72-arrow mark with 699 points and led South Korea to a team record in the ranking round at the London Olympics.
Seorang pemanah lainnya terlahir tanpa tangan, Stutzman; ia hampir masuk kualifikasi pada 2011. Hanya menggunakan kakinya, ia menolak disebut cacat.
Armless Archer Has Olympic Aspirations, February 11, 2011, http://thegazette.com/2011/02/21/armless-archer-has-olympic-aspirations/ Stutzman, 28, was born without arms. When he shoots in tournaments, he doesn’t enter as a disabled shooter. He shoots along with everyone else. Stutzman not only uses standard off-the-shelf archery equipment, he tries to use few modified things in the rest of his life. 
Lalu ada Pistorius yang orang Afrika Selatan itu, yang kehilangan kedua kakinya di bawah lutut sejak usia 11 bulan namun dapat lari dengan kecepatan yang membuat kaki melepuh. Tanyakan mereka apakah mereka cacat maka mereka akan mengatakan "saya tidak!"
Pistorius, 25, Is First Double-Amputee Sprinter to Compete in Olympic Games, August 4, 2012 http://abcnews.go.com/Sports/oscar-pistorius-makes-history-double-amputee-sprinter-compete/story?id=16929845#.UCd_2KN0m9s The four-time Paralympic gold medal winner, 25, qualified for the 400-meter semifinals Saturday, making him the first double-amputee sprinter to compete at the Olympics. He runs on prosthetic legs called Flex-Foot Cheetahs. Pistorius' journey to the top can only be described as miraculous. After he underwent amputation surgery when he was 11 months old, he received his first pair of prosthetic legs at 17 months.
Blade Runner Makes Successful Olympic Debut, August 4, 2012 http://articles.nydailynews.com/2012-08-04/news/33039079_1_oscar-pistorius-fibula-in-both-legs-south-african-olympic-team Announced to the Olympic Stadium crowd by both his name and nickname ("The Blade Runner"), Pistorius received a massive ovation from the 80,000 fans, and then ran a blistering lap around the red track, every step of it on his J-shaped carbon-fiber prostheses.
Inilah jenis semangat yang akan berjaya setelah Pergeseran Kutub, yang disebut oleh para alien Zeta sebagai alat penyetara hebat.
Mereka yang belum pernah memiliki banyak harta tidak akan mendapati Pergeseran Kutub mengikis hidup mereka. Mereka hanya akan melihat kesempatan-kesempatan besar terbentang di hadapan mereka, pada khususnya mereka yang berorientasi Mengabdi-Kebaikan dan cepat merespon orang-orang lain. 
Para elite, golongan kaya raya dan berkuasa, akan melihat hal-hal dari sudut pandang yang berbeda, karena kehidupan mereka sungguh akan merosot. 
Alat penyetara hebat, Pergeseran Kutub, akan memberi daya kepada rakyat jelata, dan membebaskan mereka dari ikatan keharusan mempertahankan status quo yang harus mereka pikul dahulunya.

ZetaTalk Prediction 7/31/2004: "Pernah kami sebut-sebut bahwa golongan miskin, para gelandangan, golongan orang yang sakit jiwa, akan bernasib lebih baik selama perubahan-perubahan mendatang karena mereka tidak akan berduka akibat kehilangan harta benda; dan, sudah berada di dasar tangga, mereka akan dapati diri mereka tiba-tiba memberi konseling kepada orang-orang lain tentang cara survive.

Telah kami sebutkan bahwa perubahan-perubahan mendatang, Pergeseran Kutub, adalah sebuah alat penyetara hebat, menempatkan orang-orang yang tadinya kaya raya di jalanan dan dalam keputusasaan, yang menempakan para gelandangan di sebuah tempat pembuangan sampah yang lebih besar dari mana mereka dapat membangun gubuk-gubuk.
Orang-orang yang status quonya tadinya luntang-lantung tanpa pekerjaan akan dapati diri mereka lebih awas, merasakan kembali energi yang sudah hilang di awal hidup akibat batasan-batasan yang mengurung mereka seperti jaring, dan mungkin merasa benar-benar hidup untuk pertama kalinya dalam berdekade-dekade.
Pasangan yang terlalu tergantung dan menuntut, benda-benda yang menutut digosok, bos konyol yang menuntut dianggap brilliant--semua itu dapat diabaikan. 
Kehidupan telah menerima suntikan energi, yang diberi muatan tidak hanya oleh kebutuhan untuk bertindak di pihak siapapun yang memiliki hati peduli, tapi juga dengan mematahkan belenggu virtual yang mewakili kebanyakan masyarakt. Apa yang tadinya di bawah tiba-tiba naik, menjadi di atas!"
Meraih Langit 4.5 5 Nirata Sabtu, 29 Agustus 2015 Jaman sedang berubah besar-besaran. Di Akhir Jaman ini, manusia didorong untuk mengambil tempat di ...