Bintang Pari tak lain adalah Nibiru, aka Planet X, atau Matahari Kedua. Brown Dwarf ini akan lewat di jarak terdekat dengan Bumi (Passage) dan menyebabkan Pergeseran Kutub (Pole Shift), tapi TIDAK AKAN MENABRAK BUMI, karena Sifat Orbitnya dan ada Gaya Tolak gravitasi. [click Planet X 2003 Photos below to see more]
Nibiru
Videos: Nibiru's Path (Animation) by Kojima Poleshift.ning.com
The Zeta Report - POLE SHIFT ANIMATION
The Zeta Report - FUTURE MAPS

CHECK IF YOUR LOCATION (world) IS SAFE

Siapa Manusia Yang Duluan Tercipta?

 on Senin, 16 Februari 2015  

Mengenai siapa manusia yang sesungguhnya lebih dulu tercipta di Bumi, para alien Zeta menjelaskan garis besar faktanya dari sudut pandang ilmu rekayasa genetika yang selama ini dilakukan oleh para alien Abdi-Kebaikan bagi Bumi serta wawasan mendalam para Zeta mengenai permasalahan who came first. Berikut penjelasan dan wawasan mereka.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Who Came First. Note: written Jun 15, 1996

Seandainya ada makhluk asing dari dunia lain mampir ke budaya manusia,  akan sulit baginya untuk membedakan segala protokol dan saling-ketergantungannya tanpa ada catatan historis.
Mengapa memilih uang kertas ketimbang pakaian yang dirajut dengan benang-benang khusus, dan mengapa sebagian struktur bangunannya kotak-kotak ketimbang bundar padahal kebanyakan materialnya seperti bebatuan, tunggul-tunggul pohon, dan gua-gua berbentuk bundar?
Semacam itulah kebingungan yang dialami manusia ketika pertama kali belajar tentang rekayasa genetika yang pernah terjadi di masa lalu mereka dan tentang penyemaian planet-planet [dengan benih-benih kehidupan--pen.] pada umumnya.

Praktek-praktek rekayasa genetika yang mereka pelajari, di permukaannya, tidak mencerminkan sejarah dari praktek-praktek itu.
Apakah kehidupan, di saat paling awalnya, disemai oleh Tuhan, dan kapan dimulainya praktek penyemaian oleh grup-grup yang cerdas? 
Kami, para Zeta Abdi-Kebaikan yang sedang berbicara kepada Anda di sini, tidak memiliki semua jawabannya, tapi kami dapat berbagi pemahaman kami.

Kehidupan pada mulanya dimulai sebagai hasil alami dari proses-proses yang terjadi di seluruh planet-planet yang dapat membawa kehidupan--sup lautan-lautan yang panas, yang terisi komponen-komponen genetika yang sederhana yang dapat, dan memang, terhubung dengan varietas kombinasi-kombinasi yang tak ada habisnya.

Manusia menyadari bahwa seluruh DNA di Bumi terdiri dari empat komponen pembangun yang sederhana.
Di bagian-bagian lain dari Alam Semesta ini, komponen-komponen semacam itu berbeda dengan yang ada di Bumi--dan empat juga bukan angka ajaib. Big bang-big bang terjadi secara periodik di bagian ini atau itu dari Alam Semesta ini, dan kehidupan terbentuk setelah sebuah big bang tumbuh perlahan-lahan. [Baca: Komponen-Komponen Pembangun DNA]
Di bagian yang sama dari Alam Semesta ini, sejumlah besar dunia pada akhirnya akan menghasilkan, selama proses evolusi alami, makhluk-makhluk cerdas yang mampu menawarkan sebuah rumah bagi entitas-entitas yang sedang terbentuk.
Penyemaian planet-planet dan rekayasa genetika pada akhirnya dilakukan di dalam sebuah bagian dari Alam Semesta ini dengan alasan-alasan yang sama dengan pasangan manusia mendambakan anak---untuk mendapat lebih banyak teman dan kebanggaan yang didapat sebagai orang tua. 
Proses evolusi dipercepat, melambung dari gerakan lambat ke cepat, dan jumlah dunia-dunia yang pada akhirnya menjadi planet-planet yang membawakan kehidupan pun meningkat.
Di bagian Alam Semesta dimana Bumi berada, penyemaian planet-planet dan perpindahan bentuk-bentuk kehidupan berupa reptil atau hominoid telah terjadi lama sekali sebelum masa kami. [Baca: Manusia Bukan Makhluk Cerdas Pertama di Bumi]
Kami telah diberi tahu bahwa tidak ada satupun hominoid yang saat ini mengunjungi Bumi adalah para pendahulu, melainkan bahwa semuanya adalah hasil dari penyemaian dan rekayasa genetika. 
Dari banyak hominoid yang berkontribusi pada struktur hominoid manusia, tidak ada satupun yang merupakan hominoid dasar, yang mana lebih kecil dan lebih seperti kera ketimbang yang diekspektasi.
Sesungguhnya, masalah tentang siapa yang mengawali umat manusia tidak akan terselesaikan dengan meriset sejarah upaya-upaya rekayasa genetika, karena setiap langkah mundur akan membuka buku sejarah lain, dan seterusnya.
Apakah itu penting? 
Hiduplah di masa sekarang, yang memiliki lebih banyak potongan teka-teki dari pada yang bahkan dapat dimulai untuk dibahas oleh manusia. Hiduplah untuk masa depan, yang tidak lama lagi akan menjadi cukup semarak.  
Siapa Manusia Yang Duluan Tercipta? 4.5 5 Nirata Senin, 16 Februari 2015 Mengenai siapa manusia yang sesungguhnya lebih dulu tercipta di Bumi, para alien Zeta menjelaskan garis besar faktanya dari sudut pandang il...